Example floating
Example floating
Bandar LampungRuwai Jurai

Harapan Baru Pejuang Kanker! Teknologi Pembunuh Kanker Pertama di Lampung Ada di RSAM

×

Harapan Baru Pejuang Kanker! Teknologi Pembunuh Kanker Pertama di Lampung Ada di RSAM

Share this article
Teknologi Radioterapi salah satu metode pengobatan kanker bagi pasien yang membutuhkan terapi radiasi pertama di Lampung dan hanya ada di RSAM.

BANDAR LAMPUNG, Berjayanews.com – Kanker masih menjadi momok menakutkan bagi banyak orang. Namun, kemajuan teknologi medis di Provinsi Lampung membawa angin segar. Baru-baru ini, kami berkesempatan mengunjungi Unit Radioterapi RSUD dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM). Fasilitas ini bukan sekadar ruang pengobatan biasa, melainkan pusat radioterapi tercanggih dan modern yang saat ini menjadi satu-satunya di Bumi Ruwa Jurai.

Yas Ikhwan, Kepala Radioterapi RSUDAM, menjelaskan bahwa unit yang dipimpinnya merupakan garda terdepan bagi pasien yang membutuhkan terapi radiasi.

“Radioterapi ini adalah salah satu metode pengobatan kanker. Kita menggunakan energi radiasi yang diarahkan tepat ke sasaran untuk mematikan sel-sel jahat,” jelas Yas kepada kami di sela-sela peninjauan alat. Ia juga menegaskan bahwa radioterapi merupakan salah satu pilar utama pengobatan kanker yang memanfaatkan teknologi radiasi untuk menghancurkan sel-sel ganas.

Kepada media ini, Yas Ikhwan menjelaskan ada empat instrumen kunci yang menjadikan layanan di RSUDAM begitu komprehensif.

Pertama, LINAC (Linear Accelerator). Alat ini merupakan primadona untuk radiasi eksternal. Berdasarkan pantauan kami, LINAC mampu bekerja dengan presisi tinggi dengan menembakkan sinar dari luar tubuh.
“Untuk operasional harian, kita melayani sekitar 70 pasien. Dosisnya sangat personal, tergantung jenis kanker yang diderita pasien,” ungkap Yas.

 

Kedua, Brakhiterapi. Berbeda dengan LINAC, alat ini digunakan untuk radiasi internal. Yas menunjukkan bagaimana sumber radiasi kobalt dimasukkan langsung ke area target, yang saat ini banyak digunakan untuk membantu pasien kanker serviks.

Ketiga, CT Simulator. Sebelum penyinaran dilakukan, pasien harus melewati tahap simulasi. Alat ini memetakan posisi kanker secara tiga dimensi (3D) agar titik penyinaran tidak meleset sedikit pun.

Keempat, C-Arm. Teknologi ini berfungsi sebagai navigasi visual yang memastikan tindakan medis dilakukan dengan akurasi secara real-time.

Menurut Yas Ikhwan, radioterapi bukan sekadar menyalakan mesin. Ada proses kompleks di ruang Treatment Planning System (TPS).
“Kita tidak bisa buru-buru. Dokter melakukan konturing gambar, lalu fisikawan medis menghitung dosisnya secara akurat. Penyebaran kanker setiap orang berbeda, jadi perencanaannya harus matang sebelum penyinaran dimulai,” tambahnya, menekankan pentingnya keamanan pasien.

Berdasarkan pantauan media ini, hal yang cukup mencolok adalah tingginya volume pasien. Sejak mengintegrasikan layanan dengan BPJS Kesehatan pada tahun 2020, RSUDAM menjadi rujukan bagi pasien dari seluruh penjuru Lampung.

“Bayangkan, seluruh Provinsi Lampung tumpuannya di sini. Pasien kita rata-rata di atas seribu orang per bulan,” ujar Yas. Meski antrean menjadi tantangan karena keterbatasan alat, ia memastikan layanan tetap berjalan optimal. (SMD/WEN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *