BERJAYANEWS.COM JAKARTA – Sejumlah massa yang tergabung dalam Indonesia Muda menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (29/4/2026). Massa mendesak KPK untuk mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang diduga digunakan untuk kepentingan politik praktis.
Dua nama legislator pusat menjadi sorotan dalam aksi ini, yakni Anggota Komisi X DPR RI M. Kadafi dan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Moh. Rano Alfath. Koordinator lapangan aksi, Hamid, menduga Program PIP digunakan sebagai instrumen pemenangan elektoral pada Pileg 2024 dan Pilkada 2024.
Pihak pendemo menyoroti dugaan pembagian 100.000 formulir PIP di Dapil Lampung I yang dikaitkan dengan peningkatan suara M. Kadafi. Selain itu, Moh. Rano Alfath diduga mendistribusikan 10.000 formulir PIP dan KIP Kuliah di Kabupaten Tanggamus untuk mendukung pemenangan ayahnya, Moh. Saleh Asnawi, dalam kontestasi Pilkada 2024.
Indonesia Muda mengestimasi potensi kerugian tata kelola penyaluran bantuan pendidikan ini mencapai ratusan miliar rupiah. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak terkait mengenai tudingan tersebut. (SMD)










