BANDAR LAMPUNG – Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur di wilayah Way Laga, Sukabumi. Aktivitas kendaraan berat milik gudang kopi di kawasan tersebut dituding menjadi penyebab utama rusaknya jalan dan drainase warga.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I, Misgustini, menghadirkan jajaran direksi CV Marink Alkaffi selaku pihak pengusaha untuk dimintai klarifikasi terkait legalitas perizinan dan dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Dalam keterangannya, Direktur Utama CV Marink Alkaffi, Alek Hidayat, menjelaskan bahwa saat ini operasional perusahaannya masih menggunakan fasilitas sewaan. Ia menyatakan pihak perusahaan berencana pindah setelah perbaikan gudang milik pribadi selesai dilakukan.
“Untuk sementara ini kami masih menyewa gudang. Ke depan, kami akan menempati gudang milik sendiri yang saat ini sedang dalam tahap perbaikan,” ujar Alek di hadapan anggota dewan, Kamis (16/4/2026).
Senada dengan Dirut, Wakil Direktur Utama CV Marink Alkaffi, A. Nizam, menjanjikan bahwa pihak perusahaan berkomitmen untuk segera melengkapi seluruh dokumen perizinan yang dipersoalkan oleh masyarakat sekitar.
Namun, janji pihak pengusaha tidak serta-merta diterima. Wakil Ketua Komisi I, Romi Husin, membeberkan fakta lapangan mengenai kerusakan infrastruktur yang sangat memprihatinkan akibat tonase kendaraan yang melebihi kapasitas jalan lingkungan.
“Kami menerima laporan masyarakat, akibat tonase kendaraan yang berlebihan menyebabkan kerusakan jalan di sekitar lokasi, termasuk drainase yang ikut rusak,” tegas Romi.
Romi juga memberikan peringatan keras bahwa Komisi I akan memperluas pengawasan terhadap gudang-gudang lain di seluruh Bandar Lampung. Ia memastikan DPRD akan menyisir gudang yang beroperasi tanpa administrasi yang tertib.
Menutup rapat tersebut, Misgustini menegaskan DPRD mendukung investasi di Kota Bandar Lampung, namun dengan syarat pelaku usaha harus patuh pada aturan dan memiliki kepedulian sosial terhadap dampak operasional mereka.
“Kami tidak akan mempersulit pengusaha. Tapi, pengusaha juga harus peduli terhadap lingkungan dan dampak yang ditimbulkan dari aktivitas usahanya,” pungkas politikus NasDem tersebut. (SMD)












