Berjayanews.com. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan kesehatan mandiri diwilayah Koramil 410-05, diJalan Way Sekampung, Kelurahan Pahoman Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, semakin menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari tingginya antusiasme warga yang ramai-ramai datangi kegiatan Posyandu, Kamis (16/04/2026).
Berbeda dari biasanya, agenda rutin pertengahan bulan ini terasa lebih dinamis. Tak hanya riuh oleh aktivitas balita, deretan kursi tunggu juga dipenuhi warga kelompok usia dewasa hingga lanjut usia (lansia) yang antusias memeriksakan kondisi fisik mereka.
Lonjakan angka kunjungan ini merupakan buah dari strategi “jemput bola”, proaktif dan humanis.
Istianti, Bendahara Integrasi Layanan Primer (ILP) mewakili Ketua ILP Posyandu Koramil 410-05/Enggal, Ibu Hafizah, mengungkapkan, kunci efektivitas program terletak pada metode pendataan secara langsung ke rumah-rumah warga.
Melalui pendekatan door-to-door, para kader tidak lagi menunggu ditempat, melainkan aktif menyambangi kediaman warga untuk memberikan edukasi secara langsung.
”Sebelumnya, kami telah mendata seluruh warga. Lewat pendekatan personal, lalu kami mensosialisasikan pentingnya layanan kesehatan posyandu sehingga masyarakat merasa terpanggil untuk hadir” ujar Istianti.
Selama ini, Posyandu memang kerap dianggap hanya untuk balita. Tapi, Posyandu Enggal justru berhasil mematahkan asumsi tersebut dan menghadirkan layanan inklusif bagi seluruh lapisan umur, mulai dari remaja, ibu hamil, hingga lansia.
Bidan Dwi Machareta, Amd. Keb., tenaga medis yang bertugas dilokasi, menjelaskan, program ini dirancang spesifik untuk tiap kelompok.
Sementara balita difokuskan pada pemantauan tumbuh kembang, lalu dikelompok dewasa dan lansia mendapatkan skrining penyakit tidak menular serta gangguan degeneratif.
”Kami rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah untuk mengontrol risiko hipertensi dan mengecek kadar gula darah guna deteksi dini diabetes” jelas Dwi.
Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi apik antara Posyandu Enggal dengan tenaga medis Puskesmas Kelurahan Kebon Jahe, Bandar Lampung.
Tim yang terdiri dari Bidan Dwi Machareta, Amd. Keb., Dina Efiyanti, S.Kep., dan Fitria Anita, S.Kep., berperan penting dalam melakukan pengecekan potensi gangguan kesehatan kronis.
Selain pemeriksaan ditempat, pihak penyelenggara juga menyiapkan sistem rujukan. Jika ditemukan warga dengan kondisi yang memerlukan penanganan serius, petugas akan segera mengarahkan mereka ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan tindakan medis yang lebih intensif.
Melalui posyandu, diharapkan kesehatan masyarakat dapat meningkat secara menyeluruh dan berkelanjutan.
”Harapan kami, semoga kualitas kesehatan dilingkungan warga, akan tetap terjaga dengan baik. Dan, menjadikan posyandu sebagai akses medis dasar yang paling mudah dan gampang dijangkau oleh umum” ucap Dwi akhiri.
(silo)












