LAMPUNG TENGAH — Kehadiran Jembatan Garuda di Purwoadi, Kecamatan Trimurjo, kini menjadi napas baru bagi mobilitas warga setempat. Infrastruktur ini tidak hanya mempermudah pengangkutan hasil bumi, tetapi juga menjadi akses aman bagi siswa SMPN 1 dan SMAN 1 Trimurjo yang selama ini harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai atau memutar jauh demi sekolah.
Bagi Mujito (55), pembangunan ini mengakhiri trauma masa kecilnya yang sejak usia 12 tahun harus melintasi batang kayu licin di atas arus deras. Ia mengenang masa-masa sulit saat warga harus swadaya memperbaiki jembatan bambu setiap dua tahun sekali, meski tetap berisiko membuat warga terperosok karena alas yang lapuk.
Setelah proposal pembangunan tertunda sejak tahun 2011, harapan warga akhirnya dikabulkan pemerintah pusat pada 2025 melalui program seribu jembatan inisiasi Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan TNI.
“Masyarakat sangat peduli. Semua dilakukan dengan tulus demi kelancaran pembangunan,” ujar Kapten Infanteri Sudarto, Danramil Trimurjo, yang menyebut progres fisik saat ini sudah mencapai 55 persen. (ilo)












