JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan dua pejabat di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos). Keputusan ini merupakan buntut dari gaduhnya dugaan penyelewengan anggaran pengadaan sepatu Sekolah Rakyat (SR) tahun 2025 yang mencapai harga fantastis, yakni Rp799 ribu per pasang.
Dua pejabat yang dibebastugaskan sementara tersebut adalah Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa serta Kepala Subbagian Perlengkapan dan BMN. Gus Ipul menegaskan langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran proses investigasi yang dipimpin oleh Wamenos Agus Jabo Priyono.
“Saya membebastugaskan sementara dari jabatannya guna kelancaran proses pendalaman,” ujar Gus Ipul dalam pernyataan resminya, Jumat (15/5/2026).
Investigasi tim khusus selama sepekan terakhir menemukan adanya jejak Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang dipegang oleh Kepala Biro Umum di balik penetapan anggaran tersebut. Gus Ipul juga mengaku telah berkonsultasi secara informal dengan KPK, Kejaksaan, hingga Kepolisian untuk memastikan tata kelola pengadaan tahun 2026 bersih dari praktik korupsi. (*)












