Example floating
Example floating
Ruwai Jurai

SPMB SMA Unggul Lampung: Thomas Americo Ancam Coret Siswa dan Sanksi Oknum Dinas jika Ada Titipan

×

SPMB SMA Unggul Lampung: Thomas Americo Ancam Coret Siswa dan Sanksi Oknum Dinas jika Ada Titipan

Share this article
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Americo. | Foto: Ist

BERJAYANEWS.COM — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Americo, melempar sinyal perang terhadap praktik lancung dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur SMA Unggul tahun ajaran 2026/2027.

Thomas menjamin sanksi tegas berupa diskualifikasi seketika bagi calon siswa yang kedapatan menggunakan jalur ilegal atau “titipan”.

Ketegasan ini disuarakan Thomas menyusul pelaksanaan pendaftaran yang telah memasuki hari ketiga. Ia menyatakan, komitmen objektivitas, kebersihan, dan keadilan harus dijaga ketat demi menjaga mutu pendidikan di Lampung.

Thomas bahkan memastikan aturan ini berlaku tanpa pandang bulu, termasuk jika kecurangan tersebut melibatkan internal dinas yang dipimpinnya.

“Kalau ada temuan titip-titipan atau jastip (jasa titip), kita coret. Kita sanksi petugasnya. Nggak boleh, karena ini betul-betul menjaga mutu. Tentu kita harus objektif, berkeadilan, dan bersih,” kata Thomas saat ditemui di kantor Disdikbud Lampung, Kamis, (4/6/2026).

Ketika didesak mengenai kemungkinan adanya keterlibatan oknum aparatur Disdikbud Provinsi Lampung yang bermain mata dengan modus “jasa titip” bangku sekolah, Thomas memastikan tidak ada ruang ampun.

Kendati demikian, ia menambahkan bahwa bentuk sanksi akan diputuskan berdasarkan hasil investigasi mengenai bobot kesalahan yang dilakukan.

“Ya sepanjang ada bukti kita berikan sanksi. Tanpa terkecuali,” ujar Thomas.

“Nanti kita lihat, nanti kan kita investigasi kalau memang ada, kesalahannya apa. Baru nanti kita putuskan sanksi apa yang mesti kita berikan,” tambahnya.

Hingga menjelang penutupan masa pendaftaran pada Jumat, (5/6), Thomas mengklaim situasi di lapangan relatif aman dan lancar.

Tim panitia dinas sengaja dikerahkan secara _mobile_ untuk berkoordinasi dengan seluruh sekolah unggul di Provinsi Lampung guna menyisir dan membereskan hambatan administratif.

Thomas merinci, persoalan krusial di lapangan seperti Kartu Keluarga (KK), sengkarut zonasi, akurasi jarak koordinat, hingga Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang sempat tidak terekam sistem, kini telah ditangani satu per satu oleh jajarannya.

“Ini kan sudah hari ketiga ya, tanggal 2 sampai tanggal 5 Juni. Relatif aman ya, lancar ya proses pendaftaran. Masalah KK, kemudian masalah NISN yang tidak terekam, itu berhasil kita selesaikan satu-satu. Insya Allah sampai selesai besok itu gak ada kendala, tinggal nanti tanggal 8 tes,” tuturnya.

Menurut Thomas, sejauh ini hambatan yang muncul murni berada di tataran administratif karena proses ujian belum dimulai.

“Ya hanya administrasi sementara itu, karena kan belum tes. Tapi sejauh ini kendala-kendala di lapangan semua satu persatu kita rapihkan, kita bereskan. Sehingga siswa yang punya hak itu bisa mendaftar,” kata dia lagi.

Proses pendaftaran sebelumnya memang sempat diwarnai keluhan dari sejumlah wali murid akibat gagalnya sinkronisasi data lulusan SMP dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan.

Hambatan tersebut menyebabkan banyak NISN calon siswa tidak terdeteksi oleh sistem online, terutama di wilayah Kota Bandar Lampung dan beberapa kabupaten/kota lain.

Masalah mutasi data massal pasca-pengumuman Tes Kemampuan Akademik (TKA) ini rupanya juga melanda wilayah lain seperti Sumatera Selatan.

Guna menyelamatkan hak berpendidikan para siswa, Disdikbud Lampung terpaksa mengambil langkah darurat dengan menerapkan mekanisme input data secara manual.

Panitia meminta sekolah-sekolah menyetorkan data fisik siswa yang terkendala untuk dimasukkan satu per satu ke dalam sistem agar proses pendaftaran tetap berjalan lancar menjelang tenggat waktu.

Langkah cepat ini diambil untuk meredam kekhawatiran para orang tua murid yang mendesak pemerintah agar persoalan administrasi tidak sampai menghanguskan kesempatan anak-anak mereka masuk sekolah negeri.

Guna memastikan tidak ada ruang gelap dalam proses setelah sengkarut administrasi ini, Thomas Americo meminta seluruh elemen masyarakat dan media massa untuk ikut mengawal jalannya tes berbasis komputer yang akan digelar pada Senin, 8 Juni 2026 mendatang.

Thomas menjanjikan bahwa hasil ujian akan ditayangkan secara transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

“Harapan kita semua pihak mengawal itu tesnya. Real time, bisa lihat di layar, mudah-mudahan nanti hasilnya betul-betul transparan dan berkeadilan. Kalaupun memang ada kecurangan, laporan kami, sampaikan bukti, kita diskualifikasi,” pungkas Thomas.

(smd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *