BERJAYANEWS.COM,- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melantik pasangan terpilih Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran periode 2025–2030, Nanda Indira Bastian dan Antonius Muhammad Ali.
Prosesi pelantikan berlangsung di Balai Keratun lantai III, Kantor Gubernur Lampung, Rabu 27 Agustus 2025.
Nanda dan Anton dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-2876 Tahun 2025 dipimpin langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.
Sebagai informasi, Nanda Indira Bastian bersama pasangannya, Antonius Muhammad Ali, berhasil memenangkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Pesawaran pada 24 Mei 2025 dengan perolehan 128.715 suara.
Dengan dilantiknya Nanda, tongkat estafet kepemimpinan Pesawaran resmi berpindah dari sang suami, Dendi Ramadhona, kepada sang istri.
Gubernur Mirza dalam sambutannya selain mengucapkan selamat juga menyoroti sejumlah tantangan pembangunan di Pesawaran, khususnya bidang ekonomi, pendidikan, dan pembangunan manusia.
Saat ini, pertumbuhan ekonomi Pesawaran masih berada di angka 3,9 persen, lebih rendah dari rata-rata Provinsi Lampung yang mencapai 4,57 persen pada 2024.
Tingkat kemiskinan tercatat 11,86 persen, di atas rata-rata provinsi 10,69 persen, sementara pengangguran terbuka mencapai 4,36 persen.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pesawaran juga dinilai masih tertinggal, berada di angka 70,24, lebih rendah dibandingkan capaian provinsi 73,13.
“Padahal, IPM Lampung sendiri adalah yang terendah di Sumatera dan peringkat ke-26 secara nasional. Ini menjadi PR besar bagi kita semua,” ujar Mirza.
Karena itu, Gubernur menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan sumber daya manusia sebagai langkah strategis.
Ia menegaskan bahwa akses pendidikan harus merata, terjangkau, dan tidak boleh ada anak yang putus sekolah.
“Kualitas guru juga harus ditingkatkan. Indonesia Emas 2045 hanya bisa dicapai jika kita mempersiapkan SDM sejak hari ini,” katanya.
Selain itu, Mirza meminta Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran segera menyusun RPJMD 2025–2029 yang selaras dengan RPJMD Provinsi Lampung.
Menurutnya, pembangunan lima tahun ke depan merupakan fase pondasi transformasi untuk mendukung RPJMN 2025–2029.
“Program daerah harus bersinergi dengan program nasional, seperti makan bergizi gratis, koperasi desa, pembangunan tiga juta rumah, hingga layanan kesehatan gratis,” tandasnya. (Frd)












