BERJAYANEWS.COM — Di tengah kepulan bubuk warna-warni dan dentum musik disjoki yang membakar semangat ribuan peserta BDL Color Run 2026, ada pemandangan lain yang luput dari sorot kamera swafoto.
Di sudut-sudut jalan, seragam-seragam hijau bergerak lincah, berkejaran dengan tumpukan botol plastik dan sisa kemasan yang terserak di aspal.
Mereka adalah 154 petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung. Ketika warga merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung dengan bersenang-senang pada Minggu, (21/6/2026).
Ratusan petugas ini justru sudah bersiaga sejak fajar, mengawal rute lari sepanjang 5 kilometer agar tak tenggelam dalam lautan sampah.
Baca Juga: HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Ribuan Warga Padati Color Run 2026
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung, Budi Ardiyanto, menyatakan bahwa pengerahan pasukan berbaju hijau ini adalah komitmen mutlak pemerintah daerah. Pesta boleh meriah, namun wajah kota tidak boleh dikorbankan.
“Sebanyak 154 petugas kami kerahkan untuk memastikan area kegiatan tetap bersih, baik saat acara berlangsung maupun setelah selesai. Ini bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga wajah Kota Bandar Lampung,” ujar Budi.
Mengurus sampah di perhelatan Color Run bukan perkara mudah. Selain volume sampah plastik dan botol minum yang melonjak drastis, kepulan bubuk warna (color powder) yang menempel di jalanan menjadi tantangan tersendiri bagi armada kebersihan.
Baca Juga: HUT ke-344 Bandar Lampung: Bunda Eva Beberkan 5 Prioritas Menuju Kota Hijau dan Inklusif
Untuk menyiasatinya, DLH menerapkan strategi pembersihan terstruktur. Dinas membagi rute 5 kilometer tersebut ke dalam beberapa zona dan titik strategis.
Sistem kerja dibuat secara estafet, ketika peserta mulai bergeser ke titik berikutnya, tim sapu bersih langsung masuk membersihkan area yang baru saja ditinggalkan.
Terakhir, konsentrasi armada dipertebal di area halaman Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung yang menjadi pusat kerumunan massa saat menikmati senam zumba dan hiburan musik.
“Kami sudah membagi tim di beberapa titik dan bekerja secara bergantian. Jadi ketika peserta masih menikmati acara, petugas sudah mulai bergerak membersihkan area yang memungkinkan,” jelas Budi.
Saat riuh rendah acungan tangan peserta mengikuti ritme musik DJ di garis finis, para petugas DLH justru harus menerobos kerumunan. Membawa kantong sampah besar dan sapu lidi, mereka mengumpulkan satu demi satu sisa pesta rakyat tersebut dengan cepat dan tertib.
Bagi Budi, indikator kesuksesan festival urban seperti ini tidak boleh hanya diukur dari jumlah peserta atau kemeriahan di panggung utama. Pulihnya estetika lingkungan pasca-acara adalah indikator yang jauh lebih esensial.
Baca Juga: Momen Hangat di HUT Bandar Lampung: Ketua DPRD Bernas Yuniarta Suapi Bunda Eva
“Kebersihan adalah bagian dari keberhasilan sebuah acara. Dan para petugas kebersihan adalah salah satu pahlawan di balik suksesnya kegiatan besar seperti ini,” tegas Budi.
Berkat kerja tak terlihat dari 154 petugas ini, kawasan pusat pemerintahan kota dan jalur protokol yang semula penuh corak warna dan sampah plastik, berhasil kembali bersih dan tertata hanya dalam waktu singkat setelah kerumunan membubarkan diri.
BDL Color Run 2026 akhirnya tidak hanya menyisakan cerita tentang kegembiraan warga, tetapi juga tentang kedisiplinan para penjaga kebersihan yang bekerja di balik bayang-bayang perayaan.
(***)












