BERJAYANEWS.COM — Kondisi fasilitas kesehatan fisik UPT Puskesmas Pinang Jaya dan Puskesmas Pembantu (Pustu) Maruja di Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, terpantau memprihatinkan. Bangunan yang berdiri sejak era Orde Baru tersebut hingga kini belum tersentuh perbaikan menyeluruh.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan terberat terlihat pada kusen jendela dan pintu kayu di hampir setiap ruangan UPT Puskesmas Pinang Jaya yang mengelupas dan lapuk dimakan rayap.
Selain itu, semen pada dinding bangunan tampak terkelupas di beberapa titik. Warga setempat menyebut struktur utama gedung ini belum pernah mengalami perombakan total sejak awal berdiri.
Kondisi serupa terjadi di Pustu Maruja. Atap halaman Pustu tersebut jebol, sementara sejumlah jendela ditutup seadanya menggunakan tripleks.
Bagian belakang gedung juga memerlukan perbaikan total, mulai dari struktur atap yang rusak hingga dinding yang mengelupas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, membenarkan perihal usulan perbaikan infrastruktur kesehatan tersebut.
Usulan rehabilitasi untuk Puskesmas Pinang Jaya telah diserahkan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung sebagai pihak yang berwenang menyusun anggaran fisik.
“Ada beberapa puskesmas yang memang sudah kita usulkan, salah satunya Puskesmas Pinang Jaya. Usulan itu kita sampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum, nanti dari PU yang akan menganggarkannya,” ujar Muhtadi saat ditemui usai upacara penurunan bendera di halaman Pemkot Bandar Lampung, Senin (17/8/2026) sore.
Terkait kepastian skema penganggaran, apakah masuk dalam APBD Perubahan 2026 atau APBD Murni 2027, Muhtadi mengaku belum dapat memastikan karena pembahasan teknis anggaran fisik berada di Dinas PU bersama Komisi III DPRD.
“Kalau itu saya tidak paham ya, karena PU yang menganggarkan. Tapi kita harapkan secepatnya dilakukan perbaikan,” kata Muhtadi.
Di tengah keterbatasan fisik bangunan, Muhtadi menekankan agar para tenaga medis tetap menjaga kualitas layanan kepada masyarakat sesuai program prioritas Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana.
“Petugas kesehatan tidak hanya memberikan pelayanan di dalam gedung, tetapi juga di luar gedung. Mereka harus turun melihat kondisi masyarakat, terutama bagi yang tidak bisa datang langsung ke puskesmas melalui kunjungan rumah. Jika harus dirujuk, puskesmas sudah menyiagakan ambulans,” pungkasnya.
(smd)








