Scroll untuk baca artikel
Example 970x250
Example floating
Example floating
Pendidikan & SosialRagamUnila

Kisah dan Kiprah Jessica Florensia Raih Juara 2 Nasional Solo Vocal Bahasa Prancis 2025”

×

Kisah dan Kiprah Jessica Florensia Raih Juara 2 Nasional Solo Vocal Bahasa Prancis 2025”

Share this article
Kisah dan Kiprah Jessica Florensia Raih Juara 2 Nasional Solo Vocal Bahasa Prancis 2025”

SUARA merdu dan tekad kuat membawa Jessica Florensia menorehkan prestasi di kancah nasional.

Mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Lampung ini berhasil meraih Juara 2 Nasional Solo Vocal Bahasa Prancis dalam ajang Bon Courage! yang digelar Program Studi Sastra Prancis Universitas Brawijaya, pada awal November 2025.

“Perasaan saya setelah berhasil tentunya sangat bersyukur kepada Tuhan, karena berkat-Nya saya dapat memperoleh juara ini,” ujar Jessica dengan senyum penuh syukur.

Perjalanannya bermula dari pesan yang ia terima dari Ketua Program Studi, Madame Setia, yang mengajaknya mengikuti kompetisi tersebut.

Awalnya sempat ragu, Jessica akhirnya mantap mendaftar setelah mempertimbangkan kesempatan emas ini.

“Saya mulai tertarik karena ini lomba dari salah satu universitas impian banyak orang, yaitu Brawijaya,” jelasnya.

Ini bukan kali pertama Jessica bersinar di tingkat nasional. Dengan rendah hati, ia mengungkapkan bahwa Bon Courage! merupakan ajang nasional ketiganya—dan semuanya berbuah kemenangan. “Puji Tuhan, ini ketiga kalinya saya menang,” ucapnya bangga.

Dalam kompetisi ini, Jessica membawakan dua lagu wajib berbahasa Prancis: Les Champs-Élysées dan La Seine. Lagu-lagu tersebut dinilai sesuai dengan karakter suaranya. “Saya merasa bisa mengikuti lagunya dengan baik,” katanya.

Namun proses menuju panggung prestasi penuh tantangan. Dengan keterbatasan alat rekam, Jessica mengandalkan satu ponsel untuk latihan dan pembuatan video.

“Syukurlah ada teman-teman seperti Fina, Najwa, dan Muni yang selalu membantu,” ujarnya haru.

Bagian tersulit adalah pengucapan bahasa Prancis. “Bahasa Prancis cukup sulit dibandingkan bahasa lain. Saya sempat kesulitan, tapi karena kemurahan Tuhan saya bisa menyanyikannya dengan baik,” tuturnya.

Jessica juga mendapat dukungan besar dari rekan dan dosen.

Teman-temannya membantu video rekaman, memperbaiki pronunciation, hingga memberi masukan teknis.

Bahkan panitia Bon Courage! meninggalkan kesan positif. “Panitianya fast respon dan ramah. Saya ingin menjadikan kompetisi ini contoh untuk acara Francetival selanjutnya,” ujarnya.

Kemenangannya disambut bangga oleh dosen dan sahabat. “Mereka selalu mendorong saya ikut lomba-lomba nasional lainnya,” katanya.

Menutup kisahnya, Jessica berbagi pesan inspiratif:

“Ambil peluang. Semua orang punya talenta. Kalau kamu punya kemampuan akademik, ikuti lomba akademik. Kalau bakatmu di non-akademik seperti menyanyi atau menari, kembangkan itu.

Banyak jalan untuk bertumbuh, tapi semuanya kembali pada diri sendiri siap atau tidak keluar dari zona nyaman.” (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *