PESISIR BARAT — Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, menegaskan bahwa jabatan publik bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan langsung kepada rakyat.
Penegasan itu disampaikan saat melantik tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Senin (12/01/2026), di Ruang Teluk Stabas, Komplek Perkantoran Pemkab Pesisir Barat.
Adapun pejabat yang dilantik yakni:
Irvan Leonardo Abdullah – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
Rochmad – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon
Pathan – Kepala BKPSDM
Rena Novasari – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga
Henri Dunan – Kepala Badan Pendapatan Daerah
Murliana – Kepala Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, dan Perindustrian
Helmy Putra – Sekretaris DPRD
Pelantikan yang dihadiri unsur Forkopimda, jajaran OPD, serta tamu undangan ini, ditegaskan Dedi, bukan seremoni, melainkan titik awal tanggung jawab besar.
“Jabatan memiliki batas, tetapi pengabdian akan selalu dikenang. Yang harus direnungkan adalah warisan apa yang kita tinggalkan untuk masyarakat,” tegas Dedi.
Dedi menekankan, pejabat publik tidak boleh hanya bekerja dari balik meja. Mereka dituntut turun ke lapangan, menyerap aspirasi, dan memahami persoalan nyata yang dihadapi rakyat.
Ia juga mengingatkan agar para pejabat menanggalkan ego sektoral dan kepentingan pribadi. Menurutnya, pemerintahan yang kuat hanya bisa dibangun melalui kolaborasi dan kerja bersama.
“Pemerintahan yang kokoh tidak lahir dari kerja sendiri-sendiri, tetapi dari kebersamaan,” pungkasnya.
Menghadapi tantangan ke depan, khususnya efisiensi anggaran, Dedi meminta pejabat bekerja kreatif, inovatif, dan adaptif. Setiap kebijakan dan inovasi, katanya, harus berdampak nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat, mengingat aparatur negara digaji dari uang publik.
Dedi juga menegaskan bahwa seluruh pengisian jabatan telah melalui proses panjang dan penuh pertimbangan. Karena itu, kepercayaan negara harus dijawab dengan kinerja nyata, integritas, dan pelayanan publik yang berpihak pada rakyat.
“Jadikan jabatan sebagai sarana pengabdian, bukan sekadar kedudukan,” tegasnya. (*)












