Example floating
Example floating
Bandar Lampung

Bukan Cuma Saleh Sendiri, Muhammad Suhada Ajak Warga Segala Mider “Berjamaah” dalam Kebaikan

×

Bukan Cuma Saleh Sendiri, Muhammad Suhada Ajak Warga Segala Mider “Berjamaah” dalam Kebaikan

Share this article
Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi PKS, Muhammad Suhada, saat menyampaikan pemaparan dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Sabtu, (7/2/2026). (Foto: Istimewa)

BERJAYANEWS.COM — Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Suhada, mengingatkan masyarakat bahwa menjadi orang baik tidaklah cukup jika hanya dinikmati secara personal. Menurutnya, esensi sejati dari pengamalan Pancasila adalah kerelaan untuk menularkan nilai-nilai positif kepada lingkungan sekitar, sehingga kebaikan tidak berhenti pada level individu. Pesan bernada ajakan tersebut disampaikan Suhada di hadapan warga saat menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Sabtu, (7/2/2026).

Dalam orasi kebangsaannya, Suhada menekankan bahwa indeks keberhasilan seorang warga negara dalam ber-Pancasila diukur dari sejauh mana ia memberi dampak bagi orang lain. Ia mendorong warga untuk menanggalkan sikap individualis dalam urusan moralitas dan etika bernegara. Baginya, kebaikan yang tidak dibagikan hanya akan menjadi kesalehan pribadi yang sempit.

“Kita tidak berhenti hanya menjadi orang baik untuk diri sendiri. Kita ingin orang-orang yang berinteraksi dengan kita juga ikut berbuat baik. Kalau kita sudah merasa berada di jalan yang benar, maka kebaikan itu harus kita bagikan, kita ajak masyarakat berjalan bersama di dalam kebaikan,” ujar Suhada menegaskan komitmen moralnya.

Alih-alih terjebak dalam retorika teori yang berat atau istilah-istilah yang sulit dicerna, politikus PKS ini memilih membumikan nilai-nilai ideologi negara ke dalam praktik yang lebih praktis dan menyentuh keseharian.

Bagi Suhada, Pancasila bukanlah teks formal yang kaku, melainkan tindakan nyata yang dimulai dari hal-hal sederhana seperti saling tolong-menolong, rajin beribadah, serta komitmen untuk tidak saling menyakiti satu sama lain, baik secara lisan maupun perbuatan.

Baca Juga: Seluruh Fraksi DPRD Bandar Lampung Satu Suara ‘Caplok’ Jati Agung

Menurut Suhada, menjaga lisan dan tangan agar tidak merugikan orang lain adalah pondasi utama untuk membangun masyarakat yang rukun dan berkarakter. Ia meyakini bahwa jika lisan sudah terjaga dan tangan sudah terbiasa menolong, maka wawasan kebangsaan yang kuat akan tercipta dengan sendirinya tanpa perlu banyak slogan.

Melalui narasi tersebut, ia berharap masyarakat mampu menanamkan nilai-nilai positif serta berperan aktif dalam menjaga persatuan dan keharmonisan sosial.

“Saya berharap bapak dan ibu sekalian ikut menyebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat, serta menjadi contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya di sela-sela pemaparan.

Agenda sosialisasi ini berjalan dinamis dengan antusiasme warga yang terlihat sepanjang sesi diskusi. Masyarakat tampak aktif membedah persoalan sosial di lingkungan mereka dengan kacamata ideologi bangsa.

Untuk memperdalam pemahaman peserta, Suhada turut menggandeng dua narasumber ahli, yakni Joko Mulyono dan Evi Virdiana, Keduanya secara bergantian menyampaikan materi terkait penguatan ideologi Pancasila serta bagaimana implementasi nyata di tengah kehidupan bermasyarakat.

Menutup kegiatan tersebut, Suhada menaruh harapan besar agar warga Segala Mider mampu bertransformasi menjadi duta-duta kecil bagi persatuan di lingkungannya masing-masing. Ia ingin masyarakat semakin memahami pentingnya Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara, sekaligus mampu menerapkannya secara nyata guna menjaga stabilitas sosial di tingkat akar rumput.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *