BANDAR LAMPUNG, Di tengah tantangan pengentasan kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi bangsa, sebuah riset mendalam berbasis persoalan nyata berhasil mengantarkan Ukhti Ciptawaty meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi ke-54 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila).
Sidang Terbuka Promosi Doktor Ukhti Ciptawaty yang digelar Selasa (10/02/2026) di Auditorium FEB Unila ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A.
Bansos Belum Berdampak Merata
Melalui disertasi bertajuk “Efektivitas Program Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia Periode 2000–2022”, Dr. Ukhti Ciptawaty menyoroti fenomena krusial dalam distribusi bantuan sosial (Bansos) pemerintah. Menggunakan pendekatan Threshold Model Least Squares, ia membedah efektivitas Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di 34 provinsi.
“Bantuan sosial pemerintah belum sepenuhnya memberikan dampak yang merata bagi masyarakat di seluruh daerah. Kebijakan yang bersifat nasional tidak serta-merta menghasilkan dampak seragam di tingkat lokal karena perbedaan karakteristik ekonomi dan struktur sosial tiap wilayah,” tegas Ukhti dalam paparannya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencatat masih ada 25,85 juta jiwa (8,47 persen) penduduk miskin di Indonesia. Riset Dr. Ukhti menemukan bahwa PKH dan BPNT efektif meningkatkan pendapatan dan daya beli di wilayah seperti Kepulauan Riau Sulawesi Selatan Papua & Papua Barat
Namun, di banyak provinsi lain, dampak bantuan tersebut terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga belum signifikan. Hal ini menunjukkan perlunya desain kebijakan yang lebih presisi dan berbasis wilayah, bukan sekadar distribusi anggaran secara luas.
Keberhasilan Ukhti meraih gelar doktor ini diapresiasi oleh tim penguji yang terdiri dari akademisi senior Unila serta penguji eksternal Prof. Dr. Devi Valeriani, S.E., M.Si. (Wakil Rektor I Universitas Bangka Belitung). Di bawah bimbingan Promotor Prof. Dr. Ambya, S.E., M.Si., riset ini diharapkan menjadi referensi strategis bagi pengambil kebijakan.
Dr. Ukhti merekomendasikan pemerintah untuk melakukan evaluasi berkala dan mulai menerapkan pendekatan berbasis data lokal dalam pelaksanaan BPNT dan PKH. Tujuannya jelas: agar setiap rupiah bantuan yang digelontorkan benar-benar menjadi tangga bagi masyarakat untuk keluar dari garis kemiskinan.
Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB Universitas Lampung terus berkomitmen menghasilkan lulusan dan riset-riset berkualitas yang mampu memberikan solusi nyata atas permasalahan ekonomi pembangunan di Indonesia. (*)












