BERJAYANEWS.COM, BANDAR LAMPUNG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) kembali membuktikan diri sebagai institusi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Dalam puncak perayaan Dies Natalis ke-58, Rabu (11/02/2026), FKIP Unila menggelar Karnaval dan Muhibah Seni bertajuk “Pesona Sai Bumi Ruwa Jurai” sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Sumatera.
Acara yang dipusatkan di pelataran Rumah Adat FKIP ini melibatkan lebih dari 1.850 mahasiswa dan dosen dari 31 program studi. Sejak dimulai pada 2023, agenda tahunan ini telah menjadi identitas kuat FKIP Unila dalam melestarikan budaya nusantara.
Harmoni Budaya: Dari Tapis hingga Fashion Show Nasional
Karnaval diawali dengan prosesi carnaval on road menjemput Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng. Suasana semakin semarak dengan fashion show yang memamerkan kemegahan Siger, kain Tapis Lampung, serta busana adat nasional yang diperagakan oleh perwakilan program studi.
Dekan FKIP Unila, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah representasi filosofi kebersamaan. “Kita hadirkan ragam ekspresi budaya, mulai dari tradisi Saibatin dan Pepadun hingga busana Nusantara, sebagai ruang kreativitas sekaligus mempererat sinergi 31 prodi kami, di mana 15 di antaranya telah terakreditasi Unggul,” ungkapnya.
Aksi Nyata: Solidaritas untuk Aceh dan Sumatera
Di balik kemeriahan panggung seni, FKIP Unila menunjukkan sisi humanisnya dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp60 juta untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Donasi yang dihimpun dari sumbangan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan tersebut dibagi rata masing-masing Rp20 juta per provinsi. Selain uang tunai, FKIP Unila juga mengirimkan bantuan logistik berupa perlengkapan ibadah dan peralatan memasak.
Rektor Unila, Prof. Lusmeilia Afriani, memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian sivitas akademika FKIP. “Dies Natalis ini tidak semata perayaan, tapi sarat nilai kehidupan. Bantuan ini adalah wujud nyata solidaritas keluarga besar Unila untuk saudara-saudara kita yang sedang diuji cobaan,” tegas Rektor.
Melalui perpaduan pelestarian budaya dan aksi sosial ini, FKIP Unila menegaskan komitmennya untuk terus “Berdampak, Unggul, dan Berdaya Saing Global” tanpa melupakan akar budaya dan kemanusiaan. (*)












