Example floating
Example floating
NewsRagam

Transformasi PTPN I: Tinggalkan Model Konvensional, Bidik Kejayaan Agribisnis Modern 2029

×

Transformasi PTPN I: Tinggalkan Model Konvensional, Bidik Kejayaan Agribisnis Modern 2029

Share this article
Dua tahun masa konsolidasi pasca dibentuk sebagai Subholding dari Holding Perkebunan Nusantara (HPN), PTPN I menyatakan sikap tegasnya. Melalui siaran pers, Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas menyatakan segera melakukan kebijakan fundamental dan radikal.

BERJAYANEWS.COM,- Pasca dua tahun masa konsolidasi sebagai Subholding Holding Perkebunan Nusantara (HPN), PTPN I resmi mengumumkan langkah transformasi fundamental dan strategis. Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Teddy Yunirman Danas, PTPN I menegaskan komitmennya untuk beralih dari perusahaan perkebunan konvensional menjadi entitas agribisnis bernilai tambah tinggi yang tangguh dan berkelanjutan.

“Kami segera mengubah struktur bisnis secara cukup radikal. Masa konsolidasi sudah cukup. Ke depan, PTPN I bukan lagi sekadar perusahaan yang bertahan di tengah badai ekonomi, melainkan subjek yang mengendalikan masa depannya sendiri,” ujar Teddy Yunirman Danas di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Transformasi diawali melalui strategi Capital Optimization, dengan pembenahan struktur keuangan dan penyelesaian beban masa lalu melalui skema asset settlement pada komoditas sawit dan tebu. Skema Kerja Sama Operasional (KSO) bersama PalmCo (PTPN IV) dan SugarCo (PT SGN) akan diperbarui menjadi pengalihan kewajiban secara sistematis guna menurunkan liabilitas berbunga secara signifikan.

PTPN I juga melakukan reprofiling utang untuk menyelaraskan tenor pinjaman dengan arus kas perusahaan. Langkah ini diharapkan menciptakan neraca yang lebih sehat dan memberikan ruang gerak operasional yang lebih stabil dan terencana.

Pada tahun 2026, PTPN I membidik produktivitas karet sebesar 1,47 ton per hektare dengan total produksi inti mencapai 76.100 ton, atau meningkat 111,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Target tersebut dicapai meskipun perusahaan melakukan rasionalisasi lahan karet seluas 4.497 hektare.

Untuk mendukung pencapaian tersebut, perusahaan meluncurkan program Premi Progresif Penyadap guna meningkatkan kehadiran tenaga kerja hingga 90 persen, serta penguatan kompetensi melalui program pelatihan tapping school.

PTPN I juga memperluas strategi hilirisasi dengan memasuki pasar retail (Business-to-Consumer/B2C) melalui produk teh dan kopi kemasan bermerek sendiri dengan standar premium.

Perusahaan menegaskan komitmennya terhadap praktik keberlanjutan global, termasuk kepatuhan terhadap regulasi Uni Eropa (EUDR) dan kepemilikan sertifikasi internasional seperti Rainforest Alliance dan FSC. Fokus pemasaran ke depan diarahkan pada aspek ketertelusuran (traceability) dan kepedulian lingkungan.

Dalam Rencana Jangka Panjang (RJP) 2025–2035, PTPN I menargetkan program replanting sebesar 4–5 persen per tahun guna menjaga kesinambungan komoditas dan memperkuat fondasi ekonomi hijau.

“PTPN I harus menjadi organisasi yang bekerja sebagai satu kesatuan tanpa sekat wilayah, memberi manfaat bagi petani mitra, dan menjadi pilar penting dalam transisi energi hijau nasional,” tutup Teddy.

Tentang PTPN I

PTPN I merupakan Subholding dari Holding Perkebunan Nusantara yang berfokus pada pengelolaan komoditas perkebunan strategis nasional dengan visi menjadi perusahaan agribisnis kelas dunia yang berkelanjutan. (Rls/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *