Example floating
Example floating
Bandar Lampung

BPBD Bandar Lampung Catat 338 Bencana Sepanjang 2025, Banjir Mendominasi

×

BPBD Bandar Lampung Catat 338 Bencana Sepanjang 2025, Banjir Mendominasi

Share this article
Ilustrasi bencana alam. (Photo by Unsplash.com/Sadiq Nafee)

BERJAYANEWS.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung mencatat 338 kejadian bencana sepanjang 2025. Banjir menjadi bencana yang paling dominan dengan 285 kejadian, disusul tanah longsor sebanyak 53 kasus.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung Idham Basyar Syahputra mengatakan kejadian banjir tersebar di sejumlah wilayah kota dengan intensitas yang meningkat pada musim penghujan.

Menurut dia, Februari 2025 menjadi periode dengan jumlah kejadian banjir tertinggi. BPBD mencatat sedikitnya 111 lokasi terdampak genangan pada bulan tersebut.

“Pada periode yang sama, frekuensi tanah longsor juga meningkat. Jumlah tertinggi tercatat pada Februari dan April, masing-masing sekitar 15 kejadian,” kata Idham, Jum’at, (27/2).

Memasuki 2026, ancaman bencana hidrometeorologi masih terjadi. BPBD mencatat 51 kejadian banjir selama Januari. Sementara itu, hingga Februari terdapat tujuh kejadian tanah longsor.

Idham mengatakan data tersebut masih bersifat sementara. Sebab, hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang pada akhir Februari kembali memicu sejumlah kejadian, mulai dari genangan, tanah longsor hingga pohon tumbang.

Kondisi tersebut membuat BPBD meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di Bandar Lampung dalam beberapa waktu ke depan.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, kata Idham, diminta menghindari lokasi yang berpotensi membahayakan saat hujan deras dan angin kencang. Warga juga diingatkan tidak berteduh di bawah pohon besar karena berisiko tertimpa dahan atau pohon tumbang.

“Warga yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk tidak berlindung di bawah pohon besar serta menghindari papan reklame atau konstruksi logam yang tampak rapuh,” ujarnya.

Selain ancaman pohon tumbang dan longsor, persoalan drainase menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian ketika curah hujan meningkat. BPBD mengimbau masyarakat memastikan saluran air di sekitar rumah maupun lingkungan permukiman tidak tersumbat.

Saluran drainase yang berfungsi baik dinilai dapat membantu mempercepat aliran air dan mengurangi potensi genangan ketika hujan deras berlangsung.

BPBD juga meminta masyarakat mengikuti perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi. Jika terjadi keadaan darurat, warga diminta segera melaporkan kejadian kepada BPBD atau instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Pemerintah Kota Bandar Lampung, kata Idham, menyiagakan tim terpadu selama 24 jam untuk menghadapi kemungkinan bencana. Tim tersebut melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pekerjaan Umum.

Kesiapsiagaan lintas organisasi perangkat daerah tersebut dilakukan untuk mempercepat respons terhadap laporan warga, terutama ketika bencana terjadi secara bersamaan di sejumlah titik.

Dengan tingginya frekuensi banjir dan longsor dalam dua tahun terakhir, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko bencana, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang melanda Bandar Lampung.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *