BERJAYANEWS.COM — Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Bandar Lampung mencapai Rp984,83 miliar hingga Februari 2026. Realisasi tersebut setara 65,42 persen dari anggaran PAD yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.
Data tersebut mengacu pada data APBD 2025 yang dikutip dari Databoks Katadata. Dalam APBD 2025, Pemkot Bandar Lampung mengalokasikan anggaran PAD sebesar Rp1.505,46 miliar atau sekitar Rp1,5 triliun.
Anggaran tersebut meningkat 46,1 persen dibandingkan anggaran PAD pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan target pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang berasal dari wilayah Kota Bandar Lampung.
Dari struktur PAD 2025, pajak daerah menjadi sumber pendapatan terbesar. Pos ini dianggarkan mencapai Rp792,65 miliar.
Kontribusi pajak daerah tersebut jauh lebih besar dibandingkan tiga sumber PAD lainnya. Setelah pajak daerah, sumber PAD terbesar berikutnya berasal dari pos lain-lain PAD yang sah sebesar Rp154,27 miliar.
Sementara itu, retribusi daerah ditargetkan memberikan kontribusi sebesar Rp31,11 miliar. Adapun hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dianggarkan sebesar Rp6,80 miliar.
Dengan demikian, struktur PAD Bandar Lampung masih sangat bertumpu pada penerimaan pajak daerah. Besarnya porsi pajak menunjukkan bahwa optimalisasi penerimaan dari sektor perpajakan menjadi salah satu faktor penting dalam pencapaian target PAD pemerintah kota.
Hingga Februari 2026, realisasi PAD yang mencapai Rp984,83 miliar berarti masih terdapat sekitar Rp520,63 miliar yang harus dikejar untuk memenuhi target anggaran PAD sebesar Rp1.505,46 miliar.
Capaian tersebut juga menjadi indikator penting bagi kemampuan Pemkot Bandar Lampung dalam membiayai kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik melalui sumber pendapatan yang berasal dari daerah sendiri.
Besarnya target PAD sekaligus menuntut pemerintah daerah menjaga kinerja pemungutan pajak dan retribusi, memperluas basis penerimaan, serta memastikan potensi pendapatan daerah dapat dioptimalkan secara efektif.
(*)








