Example floating
Example floating
Bandar Lampung

Ogah Beli Mobil Baru Takut Tekor, Angkot Bandar Lampung Mati Suri Terpaksa ‘Ngaspal’ Pakai Rute Lama

×

Ogah Beli Mobil Baru Takut Tekor, Angkot Bandar Lampung Mati Suri Terpaksa ‘Ngaspal’ Pakai Rute Lama

Share this article
Kepala Dishub Bandar Lampung, Socrates Pringgodanu

BERJAYANEWS.COM — Usaha menghidupkan kembali angkutan kota (angkot) di Kota Bandar Lampung yang kian mati suri ternyata masih tertatih-tatih. Banyak armada tua yang terancam gulung tikar, sementara para pemiliknya geleng-geleng kepala karena tak berani kredit mobil baru.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung mengonfirmasi belum ada rencana penambahan jalur atau armada anyar di Kota Tapis Berseri. Kepala Dishub Bandar Lampung, Socrates Pringgodanu, menegaskan operasional angkot saat ini masih ‘numpang’ di pola dan trayek jadul dengan status uji coba.

“Kami masih berikan uji coba. Tidak ada penambahan trayek baru, tetap pola yang lama,” ceplos Socrates, Minggu (1/3/2026).

Jalan pintas ini diambil demi memancing gairah para sopir dan juragan angkot yang jumlahnya terus merosot saban tahun. Namun, niat Dishub meremajakan angkot terganjal masalah klasik: modal cekak dan takut tekor.

Aturan main mensyaratkan armada angkot wajib menggunakan mobil keluaran tahun muda demi keselamatan penumpang. Masalahnya, mayoritas angkot yang tersisa di jalanan saat ini sudah berstatus mobil uzur. Para bos angkot pun jiper kalau harus memaksakan diri mengambil cicilan mobil baru di tengah kondisi penumpang yang belum jelas.

“Salah satu syaratnya kendaraan harus tahun yang lebih baru. Kami sudah informasikan, tapi para pemilik masih belum mau atau belum berani memperbarui kendaraannya,” beber Socrates.

Kekhawatiran tak mampu bayar cicilan bulanan itulah yang bikin proyek peremajaan angkot mandek. Meringankan beban pemilik, Dishub memberi diskresi: angkot-angkot kaleng tua diizinkan ngaspal lagi untuk cek ombak.

“Kami koordinir mereka untuk coba pakai angkot yang lama dulu. Kalau penumpangnya masuk dan prospeknya bagus, silakan perbarui angkotnya,” pungkasnya.

Data sementara mencatat, jumlah angkot yang tersisa dan masih nekat narik di Bandar Lampung cuma berkisar 80 unit. Mereka hanya berputar-putar di rute klasik seperti Rajabasa-Tanjung Karang, Way Halim-Tanjung Karang-Panjang, serta Tanjung Karang-Kemiling.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *