BERJAYANEWS.COM,- Eskalasi perang antara Amerika Serikat–Israel dan Iran berdampak pada pembatalan 15 penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, akibat penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah.
Sejumlah turis asing yang hendak transit melalui Dubai, Abu Dhabi, dan Doha terpaksa memperpanjang masa tinggal mereka di Bali. Denyse (33), turis asal Rumania, harus menambah biaya liburan karena penerbangannya dibatalkan. Ia bahkan harus mencari rute alternatif sambil mengurus kebutuhan anak balitanya.
Hal serupa dialami Ahmed (27), turis asal Austria, yang memperpanjang visa dan masa inap hotel selama seminggu sambil menunggu kepastian penerbangan. Para turis berharap konflik segera mereda agar bandara di Timur Tengah kembali dibuka. (*)













