BERJAYANEWS.COM — Warga Bandar Lampung boleh bernapas lega, Menjelang bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung langsung “tancap gas” membagikan puluhan ribu karung beras gratis. Tak tanggung-tanggung, ganjaran apresiasi buat ketua RT juga ikut dikerek naik tahun depan.
Sebanyak 43.589 karung beras siap diguyur ke warga di 20 kecamatan secara bertahap. Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana—yang akrab disapa Bunda Eva—turun langsung mengawal pembagian beras di Kantor Kecamatan Teluk Betung Selatan pada Senin (9/3/2026).
“Alhamdulillah, ini sudah kita bagikan separuh. Targetnya hari ini 10 kecamatan, dan besok 10 kecamatan sisanya,” cetus Bunda Eva di hadapan warga yang semringah.
Setiap Kepala Keluarga (KK) yang masuk daftar penerima manfaat berhak membawa pulang karung beras seberat 5 kilogram. Langkah cepat ini diambil Pemkot demi mengamankan ketersediaan pangan dan menekan beban dapur warga saat harga kebutuhan pokok melambung menjelang hari besar keagamaan.
Tak cuma sekali, Bunda Eva menegaskan bahwa aksi bagi-bagi beras ini bakal ada ronde keduanya tepat sebelum Lebaran tiba.
“InsyaAllah nanti menjelang Lebaran kita juga akan kembali menyalurkan bantuan agar masyarakat tetap terbantu,” tambahnya.
Bukan cuma warga penerima bantuan yang sumringah, para Ketua RT juga ketiban rejeki nomplok. Dinilai sebagai garda terdepan pelayan masyarakat yang tak kenal lelah, Pemkot Bandar Lampung berjanji bakal mengerek naik insentif para Ketua RT mulai tahun depan.
“Tahun depan insentif RT naik menjadi Rp2 juta!” tegas Bunda Eva mendadak yang langsung disambut tepuk tangan riuh.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Kota Bandar Lampung, Aklim Sahadi, membeberkan detail teknis penyaluran bantuan agar tidak terjadi kericuhan di lapangan.
“Jumlahnya 43.589 keluarga penerima manfaat. Mereka masing-masing menerima bantuan beras sebanyak 5 kilogram yang didistribusikan secara bertahap di seluruh kecamatan,” terang Aklim.
Dengan guyuran bantuan beras 5 kg ini, Pemkot Bandar Lampung berharap warga kurang mampu bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa perlu pusing memikirkan urusan beras di dapur.
(*)










