Example floating
Example floating
Bandar Lampung

Harga Plastik Naik di Bandar Lampung, Dinas Perdagangan Sebut Dipicu Konflik Timur Tengah

×

Harga Plastik Naik di Bandar Lampung, Dinas Perdagangan Sebut Dipicu Konflik Timur Tengah

Share this article
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin.

BERJAYANEWS.COM — Kenaikan harga plastik di pasaran menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandar Lampung. Namun, komoditas tersebut tidak termasuk barang yang dipantau secara rutin oleh Dinas Perdagangan karena tidak masuk dalam indikator utama pengendalian inflasi daerah.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan plastik tidak tercantum dalam komponen Indeks Perubahan Harga (IPH). Karena itu, pemantauan harga oleh pemerintah daerah lebih diarahkan pada kebutuhan pokok dan komoditas strategis yang memiliki pengaruh terhadap pergerakan inflasi.

“Plastik tidak termasuk komoditas yang kami pantau secara rutin dalam indikator IPH,” kata Erwin, Rabu, (8/4).

Menurut Erwin, pemerintah daerah memprioritaskan pengawasan terhadap komoditas yang secara langsung mempengaruhi daya beli masyarakat dan stabilitas harga pangan. Komoditas tersebut antara lain bahan kebutuhan pokok yang menjadi bagian penting dalam pengendalian inflasi daerah.

Meski berada di luar prioritas pemantauan inflasi, Erwin mengatakan kenaikan harga plastik tetap menjadi perhatian Dinas Perdagangan. Pemerintah daerah, kata dia, tetap mengikuti perkembangan harga di pasar sebagai langkah antisipasi apabila kenaikan tersebut mulai memberikan dampak terhadap harga barang lain.

Erwin menyebut kenaikan harga plastik saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal. Salah satu pemicunya adalah kondisi geopolitik global, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah yang dapat mengganggu rantai pasok bahan baku plastik.

“Kenaikan harga plastik lebih dipicu oleh kondisi global, terutama konflik di Timur Tengah yang berimbas pada distribusi serta harga bahan baku,” ujar dia.

Gangguan pada rantai pasok global dapat meningkatkan biaya produksi dan distribusi. Dampaknya kemudian berpotensi diteruskan ke harga produk berbahan plastik di tingkat konsumen.

Namun, Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung belum menempatkan plastik sebagai komoditas prioritas dalam kebijakan pengendalian harga. Pemantauan tetap dilakukan untuk membaca perkembangan pasar sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya dampak lanjutan terhadap harga barang dan aktivitas perdagangan.

Erwin mengatakan pemerintah daerah akan terus memperhatikan dinamika harga di pasar, meskipun plastik tidak menjadi bagian dari komoditas utama dalam penghitungan indikator perubahan harga daerah.

Dengan demikian, kenaikan harga plastik di Bandar Lampung untuk sementara dipandang sebagai persoalan yang lebih berkaitan dengan dinamika pasar global ketimbang tekanan inflasi daerah. Pemerintah memilih memusatkan intervensi pada komoditas yang memiliki kontribusi lebih besar terhadap perubahan harga dan kebutuhan masyarakat.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *