Example floating
Example floating
Ruwai Jurai

Proyek Irigasi Terpanjang Rp97,8 Miliar di Mesuji Lampung Disorot, Diselidiki Kejati sejak 2024, Potensi Rugikan Negara Rp14,3 Miliar

×

Proyek Irigasi Terpanjang Rp97,8 Miliar di Mesuji Lampung Disorot, Diselidiki Kejati sejak 2024, Potensi Rugikan Negara Rp14,3 Miliar

Share this article
Anggaran Rp97,8 Miliar Terbuang? Proyek Irigasi Gantung Mesuji Sudah Berlubang dan Berkarat

BERJAYANEWS.COM,Saluran irigasi gantung di Daerah Irigasi Rawa Jitu, Lampung, yang merupakan terpanjang di Indonesia dengan panjang 93 km, kini tengah disorot.

Proyek senilai Rp97,8 miliar yang dibangun sejak 2020 ini awalnya dirancang untuk mengairi 3.100 hektar lahan pertanian dengan teknologi ferosemen yang efisien.

Infrastruktur yang menelan anggaran fantastis senilai Rp97,8 miliar tersebut dinilai tidak sebanding dengan kualitas fisik di lapangan.

Kritik ini mencuat pasca seorang warga bernama Andi Prabowo, mengunggah rekaman video yang memperlihatkan titik-titik kerusakan pada struktur bangunan.

Padahal, proyek tersebut diketahui belum genap berusia tiga tahun.

Dalam video yang viral awal Mei 2025 dan diunggah ulang oleh akun instagram berjayanews, Senin Selasa 5 Mei 2026 tersebut, terlihat jelas besi penyangga yang mulai berkarat (korosi) serta adanya lubang pada bagian struktur irigasi.

Namun, infrastruktur yang rampung pada 2024 itu menuai kritik setelah warga mengunggah bukti kerusakan fisik ke media sosial.

Besi penyangga terlihat mulai berkarat, dan sejumlah bagian struktur mengalami kerusakan. Kondisi ini memicu kekhawatiran publik terhadap kualitas pembangunan yang dibiayai dana APBN.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung telah melakukan penyelidikan sejak Mei 2024. Berdasarkan siaran pers Nomor PR-23/L.8.3/Kph.2/06/2024, ditemukan indikasi kekurangan kualitas dan kuantitas pekerjaan yang menyebabkan irigasi belum berfungsi optimal.

Kejati mencatat potensi kerugian negara sementara mencapai Rp14,3 miliar, dan angka tersebut berpotensi bertambah seiring proses penyidikan.

Namun, hampir dua tahun berjalan, perkembangan penanganan kasus ini belum menunjukkan kejelasan lanjutan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *