BANDAR LAMPUNG – Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) tahun 2026 di Hotel Radisson, Selasa (28/4/2026).
Acara yang mengusung tema “Transformasi BKKBN untuk Mewujudkan Lampung Maju dan Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” ini diikuti oleh 120 peserta dari berbagai unsur pemerintah dan mitra strategis.
Kepala Perwakilan BKKBN Lampung, Soetriningsih, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan stunting berbasis keluarga. Fokus utama intervensi dilakukan pada kelompok sasaran 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD melalui pemberian makanan bergizi.
“Kami memiliki keunggulan data keluarga by name by address yang dapat dimanfaatkan untuk intervensi tepat sasaran, terutama bagi keluarga berisiko stunting (KRS) pada desil 1 hingga 3,” ujar Soetriningsih.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Protokol Humas dan Informasi Publik BKKBN Lampung, Intan Anisa Fitri, menjelaskan bahwa pencegahan pada Kelompok Risiko Stunting (KRS) seperti ibu hamil dan balita menjadi prioritas utama guna memastikan kualitas generasi mendatang.
Meski capaian makanan bergizi bagi sasaran 3B melampaui target 100%, BKKBN tetap menyoroti beberapa indikator yang perlu digenjot, seperti angka kelahiran remaja (15-19 tahun) dan usia kawin pertama perempuan yang belum memenuhi target nasional. Melalui Rakorda ini, dilakukan juga penandatanganan komitmen bersama antara BKKBN Lampung dengan OPD kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. (ABS)












