JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terus mendorong transformasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melalui penguatan tata kelola, digitalisasi, dan peningkatan mutu pendidikan berstandar internasional.
Komitmen tersebut dibahas dalam agenda Scoring dan Sidang Kelulusan Ujian Masuk (UM) PTKIN 2026 di The Grand Platinum Hotel, Jakarta, Sabtu (27/6). Kegiatan diikuti para rektor dan ketua PTKIN, wakil rektor bidang akademik, serta penanggung jawab teknologi informasi dan komunikasi dari berbagai daerah.
Ketua Panitia PMB PTKIN 2026, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I., mengatakan proses seleksi tahun ini menggunakan sistem digital untuk meningkatkan transparansi sekaligus meminimalkan potensi intervensi subjektif. Sistem tersebut juga disiapkan untuk mengakomodasi jumlah pendaftar yang berasal dari latar belakang dan wilayah yang beragam.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. phil. Sahiron, M.A., menilai PTKIN perlu membangun budaya akademik yang adaptif menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan perubahan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, tata kelola profesional dan penjaminan mutu yang dilakukan secara konsisten menjadi kunci meningkatkan daya saing kampus Islam di tingkat internasional.
Sekjen Kemenag RI, Prof. Dr. phil. Kamaruddin Amin, M.A., menambahkan bahwa sistem seleksi yang adil dan akuntabel penting untuk membuka akses pendidikan bagi calon mahasiswa dari beragam latar belakang. Ia menegaskan, transformasi digital harus terus diperkuat agar layanan pendidikan semakin cepat dan efektif, namun tetap menjunjung tinggi etika serta integritas akademik. (*)












