Example floating
Example floating
News

Musda VI Demokrat Lampung: Edy Irawan Calon Tunggal di Tengah Target Rebound 2029

×

Musda VI Demokrat Lampung: Edy Irawan Calon Tunggal di Tengah Target Rebound 2029

Share this article
Sekjen DPP Partai Demokrat Herman Khaeron (kiri) dan Ketua DPD Demokrat Lampung Edy Irawan Arief (kanan) saat memberikan keterangan pers kepada media usai Musda VI di Hotel Grand Mercure, Bandar Lampung, Sabtu, (27/6/2026) malam. | Foto: Adsza

BERJAYANEWS.COM — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Lampung resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI di Hotel Grand Mercure, Bandar Lampung, Sabtu, (27/6/2026) sore.

Mengusung tema besar “Konsolidasi Demokrat: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan”, ajang lima tahunan ini diwarnai dengan pengerucutan figur calon ketua yang menyisakan petahana, Edy Irawan Arief, sebagai calon tunggal.

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron. Kehadiran elite politik Lampung dari lintas partai yang memadati ruangan memperlihatkan dinamisnya komunikasi politik lokal di Bumi Ruwa Jurai.

Pemandangan di dalam ruang sidang utama menyuguhkan konstelasi yang menarik lewat tata letak duduk para tokoh.

Di barisan kursi sebelah kiri yang menghadap panggung utama, Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah tampak duduk bersebelahan dengan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.

Masih di barisan kursi sebelah kiri, terlihat pula Anggota DPR RI yang juga Ketua PKB Lampung, Chusnunia Chalim (Nunik).

Tepat di depan Eva Dwiana, duduk Ketua DPW NasDem Lampung Herman HN yang posisinya bersebelahan dengan Wakil Ketua Golkar Lampung Ismet Roni.

Saat menyampaikan sambutan, Ketua DPD Demokrat Lampung Edy Irawan Arief bahkan sempat berseloroh dan mengaku “berbunga-bunga” melihat kehadiran pimpinan partai lain, khususnya Herman HN, yang sudi duduk bersama dalam forum internal Demokrat.

Sementara itu, suasana di barisan kursi tengah diisi oleh jajaran kepala daerah dan politikus lainnya. Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso yang tampil khas dengan peci hitam bermotifnya duduk berjejer dengan mantan Bupati Pesawaran Aries Sandi. Tepat satu baris di depan Bambang, duduk Wakil Wali Kota Metro Rafieq Adi Pradana.

Untuk jajaran penguasa dan petinggi, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menempati kursi paling depan, berjejer langsung dengan pimpinan pucuk Partai Demokrat.

Di sisi lain, politikus senior Zulkifli Anwar memilih duduk di kursi bagian kiri paling depan. Kehadiran Anggota DPR RI ini sempat mencuri perhatian di tengah sorotan publik, menyusul kabar anaknya, Dendi Ramadhona, yang belakangan dikaitkan dalam pusara dugaan kasus korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Baca Juga: Update Sidang Korupsi SPAM Pesawaran, Istri Mantan Bupati Dendi Ramadhona Terancam Dijemput Paksa

Dalam arahannya yang disampaikan secara virtual, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membedah tema besar Musda yang bertumpu pada tiga pilar utama yaitu rapatkan barisan, bangun kekuatan, dan rebut kemenangan.

Pada poin rapatkan barisan, AHY meminta seluruh kader menjaga persatuan internal dan menegaskan Musda bukanlah ajang kompetisi melainkan forum konsolidasi.

Terkait bangun kekuatan, ia mengingatkan bahwa kekuatan politik sesungguhnya berada di akar rumput sehingga kader dilarang hanya nyaman duduk di dalam ruangan.

Sementara pada poin rebut kemenangan, AHY menegaskan menang pemilu adalah tujuan sah, namun kader tidak boleh membuang idealisme demi kekuasaan semata.

Lebih lanjut, menjelang momentum hari jadi ke-25 Partai Demokrat pada September 2026 mendatang, AHY menitipkan pesan mendalam mengenai tiga elemen dasar yang menjadi ruh dan arah perjuangan partai, yaitu ekonomi, keadilan, dan demokrasi.

“Semangat kita adalah terus memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi. Ekonomi, keadilan, demokrasi. Tiga elemen yang tidak boleh dipisahkan satu sama lain karena itu perjuangan Partai Demokrat dan itu pula yang diharapkan oleh rakyat Indonesia,” kata AHY dalam pidato daringnya.

Senada dengan sang ketum, Sekjen DPP Demokrat Herman Khaeron menyatakan bahwa konsolidasi ini merupakan strategi besar Demokrat untuk melakukan rebound secara nasional dan mengembalikan kejayaan partai di Lampung seperti pada Pemilu 2009 silam.

“Demokrat secara nasional ingin rebound, naik kembali posisinya. Di Lampung juga demikian, tentu menjadi target kenaikan. Jelas bahwa tagline Musyawarah Daerah VI Partai Demokrat Lampung ini adalah bagaimana kita merapatkan barisan,” kata Herman.

Baca Juga: Pidato AHY di Musda Lampung: Sentil Infrastruktur Era Prabowo hingga Tiga Pilar Kemenangan 2029

Terkait dinamika Musda yang akhirnya hanya menyisakan satu calon ketua, Herman Khaeron menjelaskan bahwa DPP tetap menghormati seluruh mekanisme dan konstitusi partai yang berlaku dalam AD/ART. Menurutnya, proses penjaringan telah dibuka secara inklusif bahkan bagi figur di luar internal partai.

Dari lima kader yang sempat mengambil formulir pendaftaran, fakta pasca-pemeriksaan administrasi dan verifikasi dukungan menunjukkan hanya petahana Edy Irawan Arief yang memenuhi syarat pencalonan minimal 20 persen dari total pemilik suara sah.

Herman memaparkan, dengan total 17 suara yang ada dalam Musda, syarat minimal dukungan untuk maju adalah 4 suara.

Bakal calon lain seperti Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso dinyatakan belum memenuhi syarat karena baru mengantongi 3 suara DPC.

Sementara itu, Edy Irawan Arief memperoleh dukungan mayoritas mutlak sebanyak 14 suara, yang berasal dari 12 DPC, 1 DPD, dan 1 organisasi sayap partai.

“Fakta hari ini ternyata tinggal satu yang memenuhi syarat 20 persen suara. Silakan nanti dalam forum Musda diklarifikasi kembali karena penetapan seluruh keputusan, baik dalam forum sidang maupun di luar sidang, akan diputuskan melalui mekanisme sidang yang berlangsung,” pungkas Herman.

Dengan konstelasi dukungan yang timpang tersebut, Edy Irawan Arief dipastikan melenggang mulus untuk kembali memimpin Demokrat Lampung tanpa perlawanan berarti dalam forum persidangan Musda.

(smd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *