BERJAYANEWS.COM — Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Bandar Lampung mengintensifkan langkah penetrasi pasar serta memperkuat jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) guna menstabilkan harga komoditas beras dan minyak goreng Minyakita.
Langkah intervensi ini diambil di tengah tren kenaikan harga pangan nasional yang mencatat lonjakan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras di 132 kabupaten/kota serta masih tingginya harga Minyakita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Ardiansyah Makki, menyatakan bahwa kondisi harga bahan pokok di wilayah Bandar Lampung sejauh ini masih relatif terkendali.
Pemantauan pergerakan harga komoditas terus dilakukan secara terintegrasi melalui portal Sistem Informasi Harga Bahan Pokok (SISBAPOK).
“Upaya Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung yaitu melakukan penetrasi pasar bekerjasama dengan pemerintah provinsi, dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Lampung, serta Bank Indonesia,” ujar Ardiansyah saat ditemui di kantor Dinas Perdagangan Bandar Lampung, Jumat, (28/8/2026).
Ardiansyah menjelaskan, kegiatan penetrasi pasar tersebut rutin dilaksanakan dua kali dalam sepekan di sejumlah pasar rakyat dan pasar modern, seperti Pasar Panjang dan Pasar Modern Pasir Gintung.
Dalam skema intervensi ini, Disdag bersama Perum Bulog mendistribusikan langsung beras premium dan Minyakita ke pedagang lapangan untuk memastikan harga barang tetap sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah. Program ini dijadwalkan bakal terus bergulir hingga Desember 2026.
Terkait temuan pedagang eceran di pasar yang menjual Minyakita melebihi ketentuan HET sebesar Rp15.700 per liter, Ardiansyah mengungkapkan hal itu dipicu oleh panjangnya rantai distribusi antar-pedagang.
Menurutnya, sebagian pedagang eceran tidak mengambil barang dari produsen atau distributor tingkat pertama, melainkan dari pedagang lain sehingga terdapat akumulasi margin keuntungan yang dibebankan kepada konsumen.
“Mereka menjual di atas harga HET karena tidak langsung membelinya dari produsen pertama, tapi dari pedagang ke pedagang sehingga mereka mengambil keuntungan berlapir. Untuk menekan harganya, kita memperkuat RPK-RPK yang ada di pasar-pasar agar menjual sesuai HET yang ditentukan pemerintah,” kata Ardiansyah.
Menghadapi potensi lonjakan permintaan menjelang akhir tahun, Pemkot Bandar Lampung mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu pergerakan harga nasional dan menghindari aksi beli berlebih (panic buying).
Stok beras dan Minyakita dipastikan mencukupi kebutuhan warga Kota Bandar Lampung hingga akhir tahun. Selain penetrasi pasar rutin, Disdag juga telah merencanakan gelaran pasar murah di 20 kecamatan pada bulan Desember mendatang guna menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
Berdasarkan data pemantauan SISBAPOK di Pasar Pasir Gintung sepanjang Agustus 2026, harga komoditas beras dan minyak goreng terpantau stabil.
Beras Medium Bulog tercatat dijual pada kisaran Rp12.375 hingga Rp12.629 per kilogram, dengan harga rata-rata Rp12.439 per kilogram.
Sementara itu, beras Premium merek SJ berada di kisaran Rp16.117 hingga Rp16.429 per kilogram, dengan harga rata-rata sebesar Rp16.260 per kilogram.
Untuk komoditas minyak goreng, pasokan Minyakita di tingkat penyalur resmi dan RPK konsisten dipatok sebesar Rp15.700 per liter sesuai ketetapan HET.
Adapun harga minyak goreng curah tercatat bergerak di kisaran Rp20.900 hingga Rp21.625 per liter dengan rata-rata Rp21.276 per liter, serta minyak goreng kemasan premium merek Bimoli berada pada rentang Rp22.857 hingga Rp23.750 per liter dengan rata-rata Rp23.410 per liter.
Pergerakan harga harian tersebut dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat melalui laman situs resmi siagabapokbdl.id.
(smd)












