BANDAR LAMPUNG, Berjayanews.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) secara konsisten memperkuat ekosistem kesiapan kerja bagi para alumninya. Hal ini dibuktikan dengan penyelenggaraan Workshop bertajuk “Persiapan Dunia Kerja, Peluang Usaha dan Karier Lulusan” yang digelar pada Kamis (27/08/2026) bertempat di Aula Gedung A-1.1 FISIP Unila.
Kegiatan strategis ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang dilaksanakan secara rutin setiap dua bulan sekali pasca-yudisium. Tujuannya adalah untuk membekali lulusan baru dengan wawasan praktis dan mentalitas profesional agar mampu bertransisi dengan mulus dari bangku perkuliahan ke dunia industri.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP Unila, Dr. Robi Cahyadi Kurniawan, menegaskan bahwa fakultas memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan lulusannya memiliki daya tawar tinggi di pasar kerja.
“Workshop ini adalah bentuk apresiasi dan persiapan konkret dari pimpinan fakultas. Kami ingin lulusan FISIP tidak hanya terpaku pada satu jalur karier konvensional, tetapi juga memiliki kemampuan inovasi untuk berwirausaha serta kapasitas untuk menciptakan lapangan kerja baru di berbagai sektor,” ujar Dr. Robi dalam keterangannya.
Acara ini menghadirkan kolaborasi narasumber lintas disiplin untuk memberikan perspektif yang komprehensif, di antaranya:
-
Dr. Robi Cahyadi Kurniawan (Wakil Dekan Bid. Kemahasiswaan dan Alumni FISIP Unila) dari sisi kebijakan akademis dan pengembangan alumni.
-
Fiqih Amalia, M.Psi., Psikolog (Dosen Psikologi UIN Raden Intan Lampung) yang membedah kesiapan psikologis dan soft skills dalam menghadapi persaingan dunia kerja.
-
Aulia Cahyati, ST (CEO Kanikko) selaku praktisi bisnis yang berbagi strategi praktis dalam menangkap peluang usaha di era digital.
Dukungan Modal Nyata bagi Mahasiswa
Selain pembekalan materi, FISIP Unila juga menunjukkan langkah nyata dalam mendukung jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui program bantuan modal mikro yang telah berjalan selama empat tahun terakhir. Program unggulan ini memberikan stimulus modal sebesar Rp3.000.000,- per proposal bagi tim mahasiswa yang memiliki embrio usaha.
“Hingga tahun ini, kami telah menyalurkan bantuan kepada berbagai tim mahasiswa sebagai stimulus nyata. Kami berharap skema dukungan modal dan pelatihan intensif seperti ini dapat menciptakan alumni yang tidak hanya kompetitif secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mandiri di dunia kerja maupun usaha,” tutup Dr. Robi.
Melalui integrasi antara pelatihan karier dan dukungan modal usaha, FISIP Unila optimis dapat menekan masa tunggu lulusan serta meningkatkan persentase alumni yang bekerja di bidang yang relevan atau sukses membangun unit bisnis mandiri.
(wen)












