Example floating
Example floating
Metro

Alat Pengolahan Air Bersih RSUD Sumbersari Bantul Senilai Rp300 Juta Disorot, Dirut Baru Mengaku Baru Tahu

×

Alat Pengolahan Air Bersih RSUD Sumbersari Bantul Senilai Rp300 Juta Disorot, Dirut Baru Mengaku Baru Tahu

Share this article
FOTO ILUSTRASI; Pengadaan alat Water Treatment Plant (WTP) atau instalasi pengolahan air bersih untuk RUmah Sakit

BERJAYANEWS.COM, METRO — Pengadaan alat Water Treatment Plant (WTP) atau instalasi pengolahan air bersih untuk UPTD RSUD Sumbersari Bantul, Kota Metro, menjadi sorotan.

Berdasarkan informasi dan dokumen yang dihimpun wartawan, alat dengan nilai pengadaan sekitar Rp300,49 juta tersebut disebut belum dimanfaatkan untuk operasional rumah sakit.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai perencanaan, kebutuhan, serta pemanfaatan barang yang dibeli menggunakan anggaran pemerintah pada Tahun Anggaran 2025.

Berdasarkan dokumen yang dihimpun media ini, pengadaan tersebut tercantum dalam Surat Pesanan Nomor 900/1.3.1/13/DAK FISIK/D2.01/2025.

Dalam dokumen tersebut tercantum pengadaan Water Treatment Plant berkapasitas 1.000 LPH dengan nama produk 4299908003 – FKS – 224197410 senilai sekitar Rp287 juta.

Ditambah biaya pengiriman sekitar Rp13 juta, nilai keseluruhan pengadaan tercatat sebesar Rp300.490.000.

Dokumen tersebut juga mencantumkan tanggal pengiriman produk pada 12 Juni 2025.

Berdasarkan pantauan wartawan, unit Water Treatment Plant berkapasitas 1.000 LPH tersebut terlihat berada di area rumah sakit dan belum tampak digunakan untuk operasional pengolahan air.

Kondisi ini menjadi perhatian karena pengadaan barang pemerintah semestinya didasarkan pada kebutuhan dan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Sementara itu, Dr. Eko Hendro Saputra, S.T., M.Kes., selaku mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro yang namanya tercantum dalam dokumen pengadaan, mengatakan saat ini alat tersebut sudah berfungsi dengan baik. “Ya sudah berfungsi dengan baik,” tegasnya.

Sementara Direktur RSUD Sumbersari Bantul Kota Metro, dr. Hasril Syahdu, M.K.M., mengaku baru mengetahui keberadaan alat tersebut.

Ia mengatakan, selama kurang lebih 150 hari memimpin rumah sakit tersebut, alat pengolahan air dimaksud belum digunakan.

“Saya baru tahu ini bahwa ada alat kesehatan pengolahan air bersih di rumah sakit ini. Sebab, air di sini memang sudah bagus dan bersih, selama sekitar 150 harian saya di sini tidak pernah mengetahui,” ujar Hasril kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).

Menurut Hasril, kondisi air di lingkungan rumah sakit selama ini dinilai cukup baik untuk kebutuhan operasional. Ia juga mengaku sempat menanyakan keberadaan alat tersebut kepada staf.

“Baru tahu ini saya. Dan selama ini memang belum pernah pakai alat itu. Air sini memang bagus kok, jernih. Air minum juga sudah ada,” katanya.(ABS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *