BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung mengusulkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027 sebesar Rp2,841 triliun. Anggaran tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kota Bandar Lampung, Rabu (16 September 2026), untuk dibahas bersama legislatif.
Wali Kota Eva Dwiana menyebut pendapatan dan penerimaan pembiayaan daerah direncanakan mencapai Rp2,841 triliun. Target itu terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp1,164 triliun, pendapatan transfer Rp1,55 triliun, serta penerimaan pembiayaan Rp126,856 miliar.
Di sisi belanja, Pemkot mengalokasikan Rp2,324 triliun untuk belanja operasi, Rp305,606 miliar untuk belanja modal, serta Rp95,25 miliar untuk belanja tidak terduga. Sementara itu, pengeluaran pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp115,45 miliar untuk penyertaan modal dan pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo.
Eva menjelaskan, RAPBD 2027 diarahkan untuk mendukung sejumlah sektor prioritas, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perekonomian, pelayanan publik, hingga lingkungan hidup.
“Pelaksanaan rencana belanja daerah dan pengeluaran pembiayaan daerah dialokasikan untuk mendukung prioritas pembangunan di Kota Bandar Lampung Tahun Anggaran 2027,” ujar Eva.
Kini, pembahasan bersama DPRD menjadi tahapan penting untuk mencermati alokasi anggaran, efektivitas belanja, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan masyarakat. Eva berharap masukan dan saran dari anggota dewan dapat menyempurnakan RAPBD sebelum ditetapkan menjadi APBD 2027. (ADV)











