BANDAR LAMPUNG — Universitas Lampung (Unila) membuka IICIS 2026, Summer School 2026, dan Rakernas DSA Indonesia di FISIP Unila, Rabu (23/9/2026). Forum ini diikuti lebih dari 160 peserta dari 11 negara secara luring dan daring.
Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani mengatakan IICIS 2026 mengangkat tema “Advancing Blue-Green Development” untuk membahas tantangan global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, degradasi pesisir, ketimpangan ekonomi, dan transformasi digital. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi lintas disiplin.
Lusmeilia menegaskan konsep blue-green development harus mampu menghubungkan pembangunan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan, termasuk perlindungan ekosistem laut dan pesisir serta keadilan sosial.
Duta Besar Kroasia untuk Indonesia Nebojša Koharović menyoroti perjalanan kerja sama dengan Unila yang telah berlangsung selama tujuh tahun. Ia mengenang awal kerja sama ketika hanya sekitar 10 orang dari Kroasia dan sejumlah akademisi Indonesia yang terlibat. “Saat itu kami memulai sesuatu yang tidak ada seorang pun tahu ke mana arahnya,” ujarnya.
Kini, kerja sama tersebut berkembang menjadi konferensi internasional dan summer school yang melibatkan peserta dari berbagai negara. Koharović menilai forum ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan akademisi dan generasi muda dalam menghadapi persoalan global. Ia juga menyampaikan salam dari 15 profesor Kroasia yang hadir serta mengapresiasi Unila atas keberlanjutan kerja sama kedua pihak. (*)












