DPRD Bandar Lampung Desak Kajian Rekayasa Lalu Lintas, Macet Simpang Gang PU Tak Kunjung Terurai

Kemacetan yang berulang di Simpang Gang PU, pertemuan Jalan Teuku Umar dan ZA Pagar Alam, kembali menjadi sorotan DPRD Kota Bandar Lampung. Pada Rabu (30/9/2026), Komisi III DPRD mendesak pemerintah kota melakukan kajian rekayasa lalu lintas untuk mencari solusi jangka panjang.

BANDAR LAMPUNG — Kemacetan yang berulang di Simpang Gang PU, pertemuan Jalan Teuku Umar dan ZA Pagar Alam, kembali menjadi sorotan DPRD Kota Bandar Lampung. Pada Rabu (30/9/2026), Komisi III DPRD mendesak pemerintah kota melakukan kajian rekayasa lalu lintas untuk mencari solusi jangka panjang.

Ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung, Agus Djumadi, menilai penertiban parkir dan penataan lalu lintas oleh Dinas Perhubungan bersama kepolisian belum cukup mengatasi persoalan tersebut. Menurutnya, langkah itu masih bersifat sementara.

“Penertiban parkir di bawah flyover dan penataan Simpang PU menuju MBK memang sudah dilakukan Dishub bersama kepolisian, tetapi langkah teknis itu sifatnya masih sementara,” kata Agus, Rabu (30/9/2026).

Ia menilai keterbatasan kapasitas jalan di tengah meningkatnya volume kendaraan menjadi salah satu persoalan yang perlu dikaji secara menyeluruh. Karena itu, Pemkot Bandar Lampung, Dishub, kepolisian, dan instansi terkait didorong menyusun rekayasa lalu lintas sesuai kondisi kawasan.

Agus berharap kajian lintas sektor tersebut dapat menghasilkan pola pengaturan lalu lintas yang tepat untuk mengurai kepadatan, terutama pada jam sibuk dan akhir pekan. Dengan demikian, penanganan kemacetan di sekitar Simpang Gang PU dan Flyover Mall Boemi Kedaton (MBK) tidak hanya bersifat sementara, tetapi mengarah pada solusi jangka panjang. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *