Example floating
Example floating
News

Pidato AHY di Musda Lampung: Sentil Infrastruktur Era Prabowo hingga Tiga Pilar Kemenangan 2029

×

Pidato AHY di Musda Lampung: Sentil Infrastruktur Era Prabowo hingga Tiga Pilar Kemenangan 2029

Share this article
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan arahan secara daring dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Provinsi Lampung, Sabtu, (27/6/2026). | Foto: Adsza

BERJAYANEWS.COM — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan arahan strategis dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Provinsi Lampung yang digelar secara daring, Sabtu, (27/6/2026) sore.

Dalam pidatonya, AHY menyoroti portofolio baru Demokrat di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga peta jalan menuju Indonesia Emas 2045.

AHY menegaskan bahwa perjalanan Partai Demokrat yang akan menginjak usia 25 tahun atau seperempat abad pada September 2026 nanti, telah melewati berbagai pasang surut politik. Kini, sebagai bagian dari koalisi pemerintahan Prabowo, Demokrat mendapat amanah besar di sektor krusial.

“Di tingkat nasional, Partai Demokrat diberikan amanah untuk menjalankan sejumlah portofolio, khususnya di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan. Saya ingin mengajak semua, termasuk Demokrat yang ada di Lampung, mari kita kawal terus pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada masyarakat,” ujar AHY di hadapan ratusan kader dan jajaran elite parpol Lampung yang hadir di Hotel Grand Mercure, Bandar Lampung.

Secara spesifik, AHY menyenggol tantangan pembangunan di Provinsi Lampung. Di depan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang hadir langsung di lokasi acara, ia menyebut Lampung masih memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) di sektor infrastruktur yang harus diselesaikan bersama.

Menurutnya, sinkronisasi antara program pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci utama. Pembangunan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri melainkan harus langsung menjawab kebutuhan mendasar di tingkat akar rumput.

“Masyarakat ingin jalannya baik. Masyarakat ingin irigasinya mengalir langsung ke sektor pertanian sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para petani. Masyarakat juga ingin sekolahnya, rumah sakit, dan pasar-pasarnya juga semakin layak,” kata AHY menekankan pentingnya sentuhan konektivitas antarwilayah.

Menutup arahannya, AHY membedah tema besar Musda VI Demokrat Lampung, yaitu “Konsolidasi Demokrat: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan”.

Pada poin rapatkan barisan, AHY mengingatkan bahwa Musda bukanlah ajang kompetisi untuk saling menjatuhkan, melainkan forum konsolidasi untuk memperkuat internal organisasi. Ia meminta kader tidak terpecah belah oleh ego kelompok kecil.

“Demokrat terlalu besar untuk hanya diisi oleh satu dua orang atau satu dua kelompok saja. Setelah ada keputusan yang bersama kita sepakati, mari kita jaga keutuhan ini,” tegasnya.

Selanjutnya, mengenai poin bangun kekuatan, AHY mengingatkan secara tajam bahwa kekuatan politik sesungguhnya berada di akar rumput. Ia melarang keras para pengurus dan kader untuk sekadar duduk nyaman di dalam ruangan tanpa menemui konstituen.

“Kekuatan politik sejatinya adalah kekuatan akar rumput. Oleh karena itu jangan nyaman berada dalam ruangan, kita harus sering turun ke masyarakat. Jangan menunggu besok, lusa, tahun depan, apalagi masuk tahun politik. Buktikan Demokrat itu punya tanggung jawab moral,” ujar AHY memotivasi kadernya agar terus konsisten membuka ruang dialog dengan masyarakat.

Sementara pada poin rebut kemenangan, AHY menegaskan bahwa memenangkan pemilu dan pilkada adalah tujuan yang sah bagi setiap partai politik. Namun, ia mengingatkan agar kader tidak membuang idealisme demi kekuasaan semata.

“Sejatinya kekuasaan itu datang dan pergi. Yang langgeng adalah semangat untuk menghadirkan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat kita,” ucapnya.

Di akhir pidatonya, AHY mengingatkan para kader mengenai momentum hari jadi ke-25 Partai Demokrat pada September 2026 mendatang. Ia menegaskan kembali tiga elemen mendasar yang menjadi ruh dan arah perjuangan partai selama seperempat abad ini, yaitu ekonomi, keadilan, dan demokrasi.

Menurut AHY, ketiga elemen tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang tidak boleh dipisahkan dalam mengawal pembangunan bangsa ke depan.

“Semangat kita adalah terus memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi. Ekonomi, keadilan, demokrasi. Tiga elemen yang tidak boleh dipisahkan satu sama lain karena itu perjuangan Partai Demokrat dan itu pula yang diharapkan oleh rakyat Indonesia,” pungkas AHY.

(smd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *