BERJAYANEWS.COM — Antusiasme menyambut fase gugur Piala Dunia 2026 menjangkiri jajaran birokrat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Dua pucuk pimpinan birokrasi Bumi Ruwa Jurai, Wakil Gubernur Jihan Nurlela dan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Marindo Kurniawan, kedapatan kompak berdiri di barisan pendukung Tim Nasional Inggris saat menghadiri acara nonton bareng (nobar) akbar babak 32 besar kontra Republik Demokratik (RD) Kongo di area PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Rabu (1/7/2026) malam.
Hadir membaur bersama ratusan warga, kedua pejabat teras Lampung ini mengantongi draf prediksi yang berbeda sebelum laga dimulai. Wagub Jihan Nurlela menebak Inggris akan menang besar dengan skor mentereng 4-1. Sementara itu, Sekprov Marindo Kurniawan memilih prediksi aman lewat kemenangan bersih 2-0.
“Atmosfer Piala Dunia 2026 kian terasa di Provinsi Lampung, maka kami kembali menggelar acara nonton bareng akbar sebagai wadah silaturahmi sekaligus pesta rakyat bagi masyarakat,” ujar Jihan Nurlela di sela-sela acara, Rabu (1/7/2026).
Menurut Jihan, turnamen sepak bola terakbar di dunia ini sengaja difasilitasi oleh Pemprov Lampung bukan sekadar untuk menyuguhkan hiburan semata. Momentum ini dioptimalkan untuk mendongkrak perputaran roda ekonomi kreatif lokal di Bandar Lampung.
Di sekitar lokasi layar raksasa, Pemprov memberikan panggung khusus bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk menjajakan produk unggulannya.
“Momen ini perlu dimanfaatkan. Selain untuk bertemu dan membaur dengan masyarakat, kita juga memberikan ruang-ruang agar UMKM bisa tampil dan ikut berpartisipasi,” tutur Jihan.

Ia menambahkan, nobar ini menjadi kesempatan bagi warga untuk berdialog santai bersama pejabat Pemprov dalam suasana cair tanpa sekat birokrasi.
Senada dengan Wagub, Sekprov Lampung Marindo Kurniawan menilai kehadiran stan kuliner UMKM menjadi poin paling krusial untuk menghidupkan atmosfer pesta rakyat ini.
“Cukup banyak masyarakat antusias. Dan yang paling penting adalah bagaimana UMKM ikut berpartisipasi di sini, serta masyarakat ikut membeli makanan dari UMKM lokal,” kata Marindo.
Marindo, yang juga seorang loyalis garis keras Manchester United, sejak awal optimistis dengan kedalaman skuat asuhan Thomas Tuchel.
Sebelum sepak mula (kick-off) dimulai tepat pukul 23.00 WIB, ia sempat memproyeksikan laga kontra Kongo di Stadion Atlanta, Georgia, AS tersebut akan berjalan alot karena keunggulan fisik tim Afrika.
“Tapi saya tetap yakin Inggris menang. Pencetak golnya nanti Harry Kane sama Jude Bellingham,” tebak Marindo yakin sebelum pertandingan.

Namun, ketegangan di atas lapangan hijau sempat mengubah konstelasi di tenda utama pejabat. Laga baru berjalan tujuh menit, gawang Inggris yang dikawal Jordan Pickford langsung bobol oleh sontekan cepat pemain RD Kongo, Brian Cipenga. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan tim Afrika.
Tertinggalnya skuat The Three Lions rupanya menandai akhir kehadiran sang Wakil Gubernur di lokasi. Jihan Nurlela diketahui meninggalkan area nobar PKOR Way Halim sebelum babak pertama selesai, di saat papan skor masih menunjukkan angka 1-0 untuk ketertinggalan tim pilihan yang sempat ia prediksi akan menang besar 4-1 tersebut.
Sementara itu, Sekdaprov Marindo Kurniawan tetap bertahan di lokasi memimpin jalannya sisa acara pesta rakyat.
Ketertinggalan 0-1 Inggris bertahan hingga turun minum setelah sejumlah peluang dari Marcus Rashford, Jude Bellingham, dan Harry Kane berulang kali diredam kiper Kongo, Lionel Mpasi.
Memasuki babak kedua, Inggris menaikkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Kebuntuan mereka akhirnya pecah pada menit ke-75.
Berawal dari umpan silang Anthony Gordon, Harry Kane sukses menyambar bola dengan sundulan terukur yang gagal dihalau Mpasi. Skor berubah imbang 1-1.
Drama puncaknya terjadi di masa kritis. Harry Kane kembali mencetak gol keduanya sekaligus membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk kemenangan dramatis Inggris.
Meski prediksi skor 2-0 milik Marindo meleset, tebakannya bahwa Harry Kane akan menjadi aktor utama pencetak gol terbukti jitu. Hasil ini memastikan langkah Inggris melenggang ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Menanggapi atmosfer positif dari ribuan warga yang bertahan hingga larut malam, Marindo merefleksikan bahwa sepak bola memiliki kekuatan besar dalam merajut kembali hubungan sosial masyarakat yang sempat renggang akibat sekat-sekat politik maupun stratifikasi sosial.
“Olahraga bisa menyatukan semua lapisan masyarakat, membelah perbedaan antara pemerintahan, masyarakat, hingga politik. Semuanya bersatu membaur untuk bisa bergembira bersama,” urai Marindo.
Sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri, Pemprov Lampung berkomitmen untuk terus memfasilitasi kegiatan bermassa positif guna mendongkrak indeks kebahagiaan warga (happiness index) sekaligus menstimulus ekonomi daerah.
Marindo pun mengajak warga Lampung untuk terus meramaikan fasilitas nobar gratis di PKOR Way Halim ini hingga babak final nanti dengan tetap menjaga ketertiban dan kebersihan area publik.
(smd)












