BANDAR LAMPUNG — Di tengah modernisasi fasilitas medis, Toko Obat Irian di Bandar Lampung konsisten merawat tradisi pengobatan tradisional Tiongkok (Traditional Chinese Medicine/TCM).
Didirikan pertama kali pada tahun 1936 di kawasan Teluk Betung oleh perantau asal Fujian, Lu Zhao Qi dan Yu Shang Lan, usaha herbal ini awalnya bernama Thay Seng Ho sebelum berganti nama menjadi Toko Obat Irian pada tahun 1957.
Kini, amanah pengobatan herbal tersebut diteruskan oleh generasi ketiga, yakni William Luhendo (Sinshe Asiong) bersama sang istri, Silvie Kim.
Sinshe Asiong menekankan bahwa warisan terbesar yang diterimanya dari sang kakek dan ayahnya, Sinshe Apiu, bukanlah sekadar nama usaha, melainkan etika peracikan, ketelitian, serta nilai tanggung jawab sosial dalam membantu sesama.
Guna memastikan mutu pelayanan tetap terjaga, proses penerusan wewenang dan pembelajaran seni diagnosis urat nadi serta peracikan herbal telah dipersiapkan matang sejak tahun 2005. Bahkan, keberadaan pelayanan kesehatan tradisional ini sempat menjajaki potensi kerja sama dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung guna memperluas manfaat pengobatan tradisional bagi masyarakat. (*)












