LAMPUNG TIMUR — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, akhirnya berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Kabar tersebut disampaikan setelah jajaran Kodam XXI/Radin Inten bersama Balai TNWK dan berbagai unsur terkait melakukan upaya pemadaman secara intensif sejak kebakaran terjadi pada Jumat (21/8/2026).
Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, sebelumnya mengerahkan prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 943/Darah Putih Cakti lengkap dengan armada pemadam dan drone. Operasi tersebut berada di bawah kendali Dandim 0429/Lampung Timur.
Selain mengerahkan Satgas Darat, Kodam XXI/Radin Inten juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Lampung untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Helikopter water bombing dari Palembang juga disiagakan untuk membantu menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat.
Kapoksahli Pangdam XXI/Radin Inten, Brigjen TNI Sriyanto, yang turut memimpin proses pemadaman di lapangan menyebut luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 673,4 hektare.
Meski kebakaran melanda area yang cukup luas, hingga proses pemadaman berlangsung belum terdapat laporan mengenai gajah maupun satwa dilindungi lainnya yang terdampak langsung akibat kebakaran.
Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, mengatakan keberhasilan memadamkan api belum berarti seluruh penanganan selesai. Petugas masih melakukan proses pendinginan dan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di kawasan bergambut yang berpotensi menyimpan bara di dalam tanah.
Sekitar 250 personel dari berbagai unsur dikerahkan untuk menangani karhutla tersebut. Mereka terdiri dari petugas TNWK, TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, mitra kerja TNWK, MMP, KTH, koperasi, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi lahan yang bergambut, akses menuju lokasi yang sulit, serta sumber air yang berada cukup jauh dari titik kebakaran.
Berdasarkan perkiraan sementara Balai TNWK, kebakaran terjadi di kawasan Resor Kuala Penet, SPTN Wilayah III Kuala Penet, dengan luas area terdampak sekitar 673 hektare.
Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan Balai TNWK, kelompok gajah liar berada di wilayah utara kawasan TNWK dan relatif jauh dari lokasi kebakaran. Begitu pula gajah jinak yang berada di Pusat Konservasi Gajah (PKG), yang dipastikan berada jauh dari area terdampak karhutla.
Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pendinginan dan patroli untuk memastikan tidak ada hotspot baru yang kembali muncul. (*)












