Example floating
Example floating
Bandar Lampung

Talenta Tersembunyi dari Lampung! Lukisan Siswa SMP Darma Bangsa Ini Tembus Perpusnas RI dan Raih Juara 3 Internasional

×

Talenta Tersembunyi dari Lampung! Lukisan Siswa SMP Darma Bangsa Ini Tembus Perpusnas RI dan Raih Juara 3 Internasional

Share this article
Dari Kanvas Bandar Lampung ke Perpusnas, Delbert Buktikan Talenta Muda Lampung Tak Kalah di Panggung Dunia

BERJAYANEWS.COM, JAKARTA — Sebuah kanvas dari Bandar Lampung kini mendapat tempat di salah satu ruang bergengsi di ibu kota. Di antara 432 karya seni dari Indonesia, Korea Selatan, India, Malaysia, hingga peserta dari Palestina, nama Delbert Shammy Putra ikut mencuri perhatian.

Delbert merupakan pelajar kelas IX SMP Darma Bangsa Bandar Lampung yang lahir pada 6 Juni 2011. Putra pertama dari tiga bersaudara pasangan Ir. Pahlia Putra dan Rina Kanti itu berhasil meraih Juara 3 kategori usia 15–18 tahun dalam kompetisi seni lukis yang mempertemukan talenta muda dari berbagai negara.

Bagi seorang pelajar, pencapaian tersebut tentu bukan perkara kecil. Karya yang lahir dari tangan anak muda Lampung itu tidak hanya mengantarkannya meraih medali, tetapi juga mendapat kesempatan untuk dipamerkan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Jakarta.

Pameran berlangsung pada 6–12 September 2026. Pembukaan pameran sekaligus penyerahan medali kepada para pemenang digelar pada Minggu, 6 September 2026.

Penghargaan diserahkan oleh perwakilan Kementerian Kebudayaan RI, yakni Suharyanto, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Perpustakaan dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional Indonesia.

Di balik pencapaian tersebut, ada cerita tentang seorang pelajar yang memilih tetap memegang kuas di tengah padatnya aktivitas sekolah.

Hari-hari Delbert tidak hanya diisi dengan pelajaran di kelas. Berbagai les dan kegiatan sekolah juga menjadi bagian dari kesehariannya. Namun, di sela kesibukan tersebut, ada satu aktivitas yang terus ia pertahankan, yakni melukis.

Kemampuan Delbert diasah secara bertahap di Sanggar Lukis Hello Art. Bukan melalui proses instan, melainkan lewat latihan, ketekunan, dan keberanian untuk terus menghasilkan karya.

Perlahan, hasilnya mulai terlihat. Satu demi satu pengalaman pameran ia jalani. Sebelum tampil di Perpusnas RI, Delbert telah mengikuti sejumlah pameran seni di Yogyakarta dan Bandar Lampung.

Kini, karya yang sebelumnya lahir dari ruang latihan tersebut justru mendapat kesempatan untuk dilihat publik dalam sebuah pameran di tingkat nasional.

Kompetisi yang diikuti Delbert bukanlah ajang kecil. Sebanyak 432 karya masuk dalam kompetisi tersebut dengan peserta yang berasal dari Indonesia, Korea Selatan, India, dan Malaysia. Peserta dari Palestina juga turut memberikan warna dalam ajang tersebut.

Pada kategori usia 15–18 tahun, dua posisi teratas diraih peserta asal Malaysia. Delbert kemudian berhasil menempati posisi ketiga.

Prestasi tersebut menjadi gambaran bahwa talenta muda dari daerah memiliki kesempatan untuk berdiri sejajar ketika karya dan kemampuannya mendapatkan ruang untuk tampil.

Cerita membanggakan itu ternyata tidak berhenti pada Delbert. Lima murid lainnya dari Sanggar Lukis Hello Art juga berhasil menembus 20 besar.

Karya mereka turut dipamerkan dalam rangkaian pameran di Gedung Perpustakaan Nasional RI.

Dengan demikian, ada enam anak muda dari satu sanggar di Lampung yang berhasil membawa karya mereka ke Jakarta. Pencapaian tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan personal, tetapi juga menunjukkan besarnya potensi seni generasi muda Lampung yang masih dapat terus dikembangkan.

Dari Hobi, Mulai Jadi Peluang

Ada hal menarik lain yang muncul setelah pameran tersebut. Delbert, yang akrab disapa Sho, mulai mendapat sejumlah pesanan untuk membuat lukisan dari masyarakat yang tertarik dengan karyanya.

Kuas yang awalnya menjadi bagian dari aktivitas untuk mengasah bakat kini mulai membuka peluang baru bagi dirinya.

Perjalanan Sho pun terbilang menarik. Dari ruang latihan di Bandar Lampung, karyanya melangkah ke Jakarta. Dari seorang pelajar yang harus membagi waktu antara sekolah dan sanggar, namanya mulai dikenal melalui karya.

Bagi Delbert, pencapaian ini bukan sekadar tentang mendapatkan medali. Ada proses panjang di baliknya, mulai dari waktu yang disisihkan untuk berlatih, kesabaran menggoreskan warna di atas kanvas, hingga keberanian membawa karya dari Bandar Lampung ke panggung yang lebih luas.

Kini, salah satu karyanya telah berdiri di ruang pamer Perpusnas RI. Dan mungkin, ini bukanlah garis akhir.  Ini baru awal perjalanan seorang anak muda Lampung yang sedang belajar mengubah mimpi menjadi warna—gores demi gores, kanvas demi kanvas. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *