BERJAYANEWS.COM — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, memberikan penghargaan kepada sejumlah atlet asal Lampung yang memperkuat kontingen Indonesia dalam SEA Games 2025 di Thailand.
Penghargaan berupa tali asih tersebut diserahkan kepada atlet dan pelatih yang berkontribusi dalam perolehan medali Indonesia. Penyerahan berlangsung di GOR Siger, Bandar Lampung, Rabu, (11/3).
Dari cabang olahraga baseball, dua atlet Lampung, Akbar Kurniawan dan Vendi Kurniawan, masing-masing menerima bonus Rp25 juta. Keduanya merupakan bagian dari tim nasional Indonesia yang meraih medali perunggu dalam ajang olahraga Asia Tenggara tersebut.
Adapun Bahtiar Sanjaya memperoleh tali asih Rp50 juta setelah turut menyumbangkan medali perak bagi tim baseball Indonesia.
Penghargaan juga diberikan kepada pelatih baseball Mahyudi Dwi Septian. Atas perannya dalam membina dan mendampingi para atlet, Mahyudi menerima bonus Rp15 juta.
Dari cabang tinju, atlet putri asal Lampung, Nabila Maharani, mendapatkan tali asih Rp50 juta. Nabila merupakan bagian dari tim nasional Indonesia yang berlaga di SEA Games 2025.
Eva mengatakan pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah dan KONI terhadap perjuangan atlet yang membawa nama Lampung sekaligus Indonesia ke panggung internasional.
Ia berharap prestasi para atlet tersebut tidak berhenti di SEA Games. Menurut Eva, capaian itu harus menjadi pemicu bagi atlet-atlet lain di Bandar Lampung untuk meningkatkan prestasi.
“Harapannya, prestasi ini bisa menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi ke depan,” kata Eva.
Eva juga berharap keberhasilan atlet Lampung di SEA Games dapat mendorong cabang olahraga lain untuk mencetak prestasi serupa. Ia menilai prestasi di tingkat nasional dan internasional perlu dibangun melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Tak berhenti pada pemberian tali asih, Eva menyatakan enam atlet berprestasi tersebut juga akan mendapatkan penghargaan tambahan berupa perjalanan umroh.
“Enam atlet ini juga akan kita berangkatkan umroh sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka,” ujar Eva.
Eva mengatakan pemerintah daerah juga perlu mulai menyiapkan infrastruktur olahraga untuk menghadapi agenda olahraga nasional pada masa mendatang. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah peluang Lampung menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional atau PON 2032.
Menurut dia, Bandar Lampung memiliki sejumlah fasilitas olahraga yang dapat menjadi modal awal untuk mendukung penyelenggaraan event berskala nasional.
Pemerintah Kota Bandar Lampung, kata Eva, juga tengah merencanakan pembangunan sport center di atas lahan sekitar lima hektare. Kompleks tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu fasilitas olahraga terpadu di kota itu.
“Kami ingin membangun sport center lengkap dengan stadion yang representatif seperti Jakarta International Stadium (JIS) sebagai persiapan menyambut PON 2032,” kata Eva.
Rencana tersebut, menurut Eva, tidak semata untuk mengejar status sebagai tuan rumah PON. Infrastruktur olahraga juga diperlukan untuk memperkuat ekosistem pembinaan atlet di Lampung.
Dengan fasilitas yang lebih memadai, ia berharap atlet Bandar Lampung dan Lampung secara umum memiliki tempat latihan dan pertandingan yang dapat menunjang peningkatan prestasi hingga level internasional.
(*)












