BERJAYANEWS.COM – Pemerintah Provinsi Lampung melalui UPTD Taman Budaya Lampung berkomitmen menjaga kelestarian dan relevansi budaya di tengah derasnya arus digitalisasi.
Kepala UPTD Taman Budaya Lampung, Melly Ayunda, mengatakan tantangan pelestarian budaya semakin berat di era generasi Z yang akrab dengan dunia digital dan globalisasi.
“Era modernisasi dan digitalisasi sangat memengaruhi budaya kita, terutama bagi generasi muda. Harapannya, kami dari pihak pemerintah tetap ingin mengenalkan kepada anak-anak agar jangan sampai budaya lokal terkikis perkembangan modernisasi,” ujar Melly ditemui di Gedung Sekretariat Taman Budaya Lampung, Palapa, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung, Jumat (17/10/2025).
Sebagai wujud nyata, Taman Budaya Lampung akan menggelar Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) pada 20-26 Oktober 2025.
Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang telah memasuki tahun keempat pelaksanaannya, dengan tujuan mengembangkan seni budaya lokal sekaligus menjadi wadah apresiasi bagi seniman dan budayawan Lampung.
“Melalui event ini, kami ingin mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar tetap mencintai budaya sendiri. Walaupun arus globalisasi tidak bisa ditahan, kami tetap optimis budaya lokal bisa terus bertahan,” tambahnya.
View this post on Instagram
Tahun ini, Pekan Kebudayaan Daerah mengusung tema “Begawi Jejama Budaya Maju”. Melly menjelaskan, tema tersebut mengandung filosofi kebersamaan dan gotong royong dalam memajukan kebudayaan daerah.
“Begawi berarti acara, sementara Jejama artinya bersama-sama. Jadi kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, pihak swasta, seniman, budayawan, sanggar, komunitas, asosiasi, hingga masyarakat luas,” jelasnya.
Selama sepekan, sebanyak 12 rangkaian kegiatan akan digelar di kompleks Taman Budaya Lampung. Di antaranya pameran seni rupa yang menampilkan 42 karya seniman Lampung dan partisipasi tiga provinsi lainnya dari Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Timur.
Selain itu, ada pula lomba lukis, seminar seni, serta peluncuran dan diskusi dua buku toponimi, yaitu Toponimi Bandar Lampung dan Toponimi Sumatera Bagian Selatan.
“Seminar seni akan menghadirkan narasumber Bapak Anshori Djausal dan sastrawan Iswadi Pratama, serta diikuti oleh perwakilan seniman dari 15 kabupaten/kota,” ungkapnya.
Seluruh kegiatan digelar terbuka untuk umum dan gratis. Melly berharap masyarakat dapat hadir dan berpartisipasi aktif dalam rangkaian acara tersebut.
“Kami mengundang seluruh masyarakat Lampung untuk datang dan ikut berpartisipasi. Semua kegiatan gratis. Melalui Pekan Kebudayaan Daerah, mari kita sama-sama melestarikan budaya yang ada di provinsi Lampung,” tutup Melly. (SMD)












