Example floating
Example floating
Pendidikan & Sosial

Prof. Suhairi Bawa Visi Kampus Islam Modern dan Moderat di Pemilihan Rektor UIN Raden Intan

×

Prof. Suhairi Bawa Visi Kampus Islam Modern dan Moderat di Pemilihan Rektor UIN Raden Intan

Share this article
Prof. Dr. Suhairi, Akademisi Visioner dari Metro yang Kini Bertarung Kursi Rektor UIN Raden Intan Lampung

BERJAYANEWS.COM, — Ketekunan, integritas, dan pengabdian panjang di dunia pendidikan menjadi jejak yang melekat pada sosok Prof. Dr. Suhairi, S.Ag., M.H., Guru Besar UIN Jurai Siwo Lampung yang kini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana IAIN Metro periode 2025–2029.

Pria yang lahir di Lampung Tengah 1 Oktober 1972, Prof. Suhairi menapaki perjalanan akademik yang penuh dedikasi sejak muda.

Menamatkan pendidikan dasar di SDN 1 Semuli Jaya (1985), melanjutkan ke SMPN 1 Abung Selatan (1988), dan MAS Darussalam Tegineneng, Lampung Selatan (1992).

Kecintaannya terhadap ilmu agama mengantarkannya menempuh studi di IAIN Raden Intan Lampung, jurusan Peradilan Agama, dan meraih gelar sarjana pada tahun 1998.

Semangat belajarnya yang tinggi membawanya melanjutkan pendidikan hingga meraih Magister Hukum Bisnis dari Universitas Lampung (2007) dan Doktor (S3) bidang Studi Islam, Konsentrasi Hukum Islam dari UIN Walisongo Semarang (2015).

Karier akademiknya dimulai tahun 2001 sebagai Asisten Ahli di STAIN Jurai Siwo Metro. Seiring waktu, ia dipercaya mengemban berbagai amanah strategis seperti Sekretaris dan Ketua Jurusan Syariah, Kepala Pusat Penjaminan Mutu, hingga Wakil Rektor I IAIN Metro selama dua periode (2017–2021 dan 2023–2025).

Pada tahun 2025, Prof. Suhairi dilantik sebagai Direktur Pascasarjana IAIN Metro, melanjutkan kiprah akademiknya dengan visi memperkuat riset keislaman, inovasi pendidikan, dan integrasi nilai-nilai Islam dalam pembangunan masyarakat.

Kini, Prof. Dr. Suhairi menjadi salah satu dari 10 calon yang akan bertarung dalam pemilihan Rektor UIN Raden Intan Lampung periode 2026–2030.

Keikutsertaannya karena komitmen kuat menghadirkan kepemimpinan kampus yang kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada kemajuan global.

“Jika Allah memberi amanah itu, saya ingin membawa UIN Raden Intan menjadi universitas Islam yang unggul dalam riset moderasi beragama, terbuka pada kolaborasi internasional, dan adaptif terhadap era digital,” ujar Prof. Suhairi.

“Kampus Islam harus menjadi tempat lahirnya ulama dan intelektual modern yang menebar kedamaian dan solusi bagi masyarakat.”

Prof. Suhairi dikenal akademisi yang produktif. Ia telah menulis lebih dari 30 karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi Scopus.

Beberapa karyanya antara lain:

Dialectics Islamic Inheritance Law and Law of Indigenous Heritage (Jurnal Opcion, 2019)

Waqf Regulation: Potential and Social Problems of Mosque-Based Productive Waqf Management (Jambe Law Journal, 2021)

Buku Hukum Waris Islam (Rajawali Pers, 2025)

Selain itu, ia juga aktif sebagai peneliti utama dalam berbagai proyek ilmiah seperti Implementasi Wakaf Uang, Konflik Sosial di Lampung Tengah, dan Eksplorasi Faktor-Faktor Kunci yang Mempengaruhi Pilihan Perguruan Tinggi di Provinsi Lampung.

Pengabdian dan Kiprah Sosial
Di luar kampus, Prof. Suhairi aktif dalam organisasi keagamaan dan profesi. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris dan Ketua II MUI Kota Metro, Ketua Dewan Penasehat IAEI Komisariat IAIN Metro, serta anggota Dewan Pendidikan Kota Metro.

Ia juga kerap dipercaya sebagai anggota tim seleksi KPU dan Bawaslu Provinsi Lampung, serta menjadi narasumber dalam seminar nasional dan internasional, pelatihan zakat, wakaf, dan hukum Islam yang digelar oleh Kementerian Agama maupun lembaga masyarakat.

Atas dedikasi dan kontribusinya, Prof. Suhairi telah menerima sejumlah penghargaan, antara lain Wisudawan Terbaik III IAIN Raden Intan Lampung (1998), serta Satya Lencana 10 Tahun (2009) dan 20 Tahun (2020) dari Pemerintah Indonesia.

Meski telah mencapai jabatan tertinggi fungsional sebagai Guru Besar (Pembina Utama IV/e), ia tetap dikenal sebagai sosok rendah hati, bersahaja, dan dekat dengan mahasiswa.

“Ilmu bukan sekadar untuk dikuasai, tapi untuk diamalkan dalam membangun kemaslahatan umat,” ujarnya dalam salah satu kuliah umum di Metro.(ABS/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *