Laporan Reporter Magang : Sabiluna Khoirunnisa
BERJAYANEWS.COM,- Bandar Lampung — Di sebuah sudut rumah yang tenang, tempat oma-nya dulu duduk berjam-jam sambil memainkan jarum dan benang, Pricylla Kalifa Putri menemukan sesuatu yang kelak mengubah hidupnya.
Siapa sangka, kebiasaan kecil memperhatikan tangan tua itu bergerak lincah, Mahasiswi akhir Bahasa Prancis, berhasil membangun usaha rajut rumahan bernama Stuitma.
Perjalanan dimulai saat pandemi COVID-19 melanda, ketika aktivitas luar rumah menjadi terbatas.
“Awalnya cuma iseng, eh lama-lama rajutannya numpuk,” ujarnya sambil tertawa, mengenang masa-masa awalnya belajar merajut (3/12/2025).
Tumpukan karya itu justru membuka jalan baru. Ia mulai mengunggah hasil rajutannya ke media sosial dan tak lama kemudian, pesanan berdatangan.
Dari situ lahirlah Stuitma, sebuah usaha rajut rumahan yang seluruh produknya dibuat handmade, tanpa campur tangan mesin.
Setiap rajutan memiliki sentuhan personal satu helai benang yang mengikat ketelatenan dan cerita.
Sistem pre-order, dan harga yang terjangkau mulai dari Rp50.000, dengan durasi pengerjaan bervariasi, satu hari untuk item kecil hingga satu minggu untuk pesanan besar.
Stuitma menawarkan layanan antar langsung di Bandar Lampung, serta gratis ongkir ke seluruh Indonesia. .
Pemesanan dilakukan melalui Instagram @stuitma, tempat Pricylla membagikan karya dan menerima orderan. (Lun)












