Example floating
Example floating
Bandar LampungNews

Kuota Penukaran Uang BI Periode 2 Habis, Sejumlah Daerah Termasuk Lampung Tak Kebagian

×

Kuota Penukaran Uang BI Periode 2 Habis, Sejumlah Daerah Termasuk Lampung Tak Kebagian

Share this article
Kuota Penukaran Uang BI Periode 2 Habis, Sejumlah Daerah Termasuk Lampung Tak Kebagian

BERJAYANEWS.COM, Bandar Lampung – Kuota penukaran uang Rupiah periode kedua yang dibuka Bank Indonesia (BI) dilaporkan telah habis terpesan, baik untuk wilayah Pulau Jawa maupun sejumlah daerah di luar Pulau Jawa.

Berdasarkan informasi pada laman resmi pintar.bi.go.id, Rabu (4/3/2026) penukaran, kuota Periode 2 untuk wilayah Pulau Jawa dinyatakan telah terpenuhi.

Sementara itu, untuk luar Pulau Jawa, sejumlah daerah juga tercatat kehabisan kuota.

Daerah yang kuota penukarannya telah habis antara lain Lampung, Palembang, Batam, Bangka Belitung, Jambi, Pematang Siantar, Mamuju, Bengkulu, Banda Aceh, Medan, Banjarmasin, Padang, Pekanbaru, Gorontalo, Makassar, hingga Sibolga.

Dalam tampilan laman tersebut, masyarakat diminta menunggu antrean secara daring dengan estimasi waktu singkat.

BI sebelumnya mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan penukaran uang secara digital maupun melalui perbankan guna mempermudah transaksi kebutuhan hari raya. Namun faktanya tingginya animo masyarakat membuat kuota periode ini cepat habis.

Masyarakat diharapkan dapat memantau pembukaan periode berikutnya melalui kanal resmi Bank Indonesia agar tidak kehabisan kuota penukaran.

Tingginya animo masyarakat menjelang Hari Raya membuat kuota penukaran cepat ludes. Kondisi ini memicu kekecewaan warga.

Ilo (44), warga Bandar Lampung, mengaku sudah bersiap untuk mendaftar penukaran uang baru, namun gagal mendapatkan slot.

“Baru masuk halaman, langsung muncul tulisan kuota habis. Rasanya seperti rebutan tiket konser. Padahal ini kebutuhan Lebaran, bukan hiburan. Dari dulu BI klo kita mau nuker uang baru pasti gak pernah beres, selalu buat susah masyarakat, karena kebanyakan aturan” keluhnya.

Hal serupa disampaikan Andi (41), warga lainnya. Ia menilai sistem penukaran perlu dievaluasi agar lebih merata dan tidak terkesan terburu-buru.

“Setiap tahun selalu begini. Informasi dibuka, tapi kuota langsung hilang. Masyarakat kecil yang tidak standby 24 jam akhirnya tidak kebagian,” ujarnya dengan nada kecewa.

Masyarakat berharap BI dapat menambah kuota atau membuka periode tambahan agar kebutuhan uang pecahan baru untuk tradisi bagi-bagi THR tetap terpenuhi.

Hingga kini, warga diminta terus memantau kanal resmi Bank Indonesia untuk jadwal pembukaan tahap berikutnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *