JATI AGUNG – Proyek pembangunan Jembatan Pendem (Box Culvert) di Jalan RA Basyid, perbatasan Desa Karangsari dan Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, menuai kritik tajam dari warga dan awak media. Proyek yang menjadi jalur vital masyarakat ini dinilai dikerjakan secara asal-asalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (18/4/2026), ditemukan sejumlah kejanggalan pada struktur utama jembatan. Beton box culvert yang baru saja terpasang terlihat sudah mengalami keretakan. Tak hanya itu, sambungan antar segmen beton tampak tidak rapat dan menyisakan celah lebar (gap) yang menganga.
Warga Khawatir Ambruk
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan ketahanan jembatan di masa depan, mengingat jalan tersebut setiap hari dilalui kendaraan berat.
“Pemasangannya kelihatan terburu-buru. Baru dipasang sudah retak dan renggang. Kami khawatir konstruksi jembatan ini tidak tahan lama,” ujar salah seorang warga Karangsari, Senin (20/4/2026).
Selain kualitas bangunan, absennya papan informasi proyek di lokasi juga menjadi tanda tanya besar bagi publik. Meski diduga menggunakan skema anggaran tanggap darurat (BTT), standar teknis dan transparansi tetap menjadi kewajiban yang harus dipenuhi.
Respons Dinas PUPR Lampung Selatan
Kepala Dinas PUPR Lampung Selatan, Ir. Agnatyus (Bang Tyus), saat dikonfirmasi via WhatsApp memohon maklum atas kemacetan yang terjadi karena pekerjaan sedang berjalan. Terkait pemilihan box culvert, ia menyebut hal itu dilakukan demi efisiensi waktu pada jalur padat.
“Secara teknis untuk proses rehab pada jalur yang padat memang idealnya untuk efisiensi teknis dan waktu pengerjaan yang cepat yaitu dengan menggunakan segmen Box Culvert tersambung,” jelas Bang Tyus. Namun, terkait detail teknis keretakan dan celah yang menganga, ia mengarahkan untuk menanyakan langsung kepada PPK dan PPTK proyek tersebut. (SMD)












