BERJAYANEWS.COM – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menggelar aksi gotong royong membersihkan kawasan pesisir dan hutan mangrove di Kelurahan Kota Karang serta Pulau Pasaran, Kecamatan Teluk Betung Timur, Jumat (6/2/2026) pagi.
Kegiatan ini merupakan langkah konkret menindaklanjuti Instruksi Presiden RI dan Instruksi Gubernur Lampung Nomor 8 Tahun 2026 terkait Gerakan Bersih-Bersih Lingkungan Serentak di seluruh wilayah Lampung.
Aksi dimulai dengan apel bersama pada pukul 07.00 WIB di halaman SMAN 15 Bandar Lampung (sebelumnya SMAN 42). Setelah apel, ratusan personel gabungan langsung bergerak menuju kawasan taman mangrove Pulau Pasaran untuk mengevakuasi sampah yang menumpuk di area pesisir dan zona berlumpur.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, yang hadir meninjau lokasi, menegaskan bahwa wilayah pesisir merupakan titik krusial yang memerlukan penanganan khusus.
“Wilayah pesisir membutuhkan perhatian ekstra. Melalui aksi ini, kami ingin memastikan penanganan sampah dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan antara provinsi dan kota,” ujar Marindo di sela-sela kegiatan.
Dalam aksi ini, pemerintah tidak hanya mengandalkan tenaga manusia, tetapi juga mengerahkan sejumlah alat berat untuk mengangkut tumpukan sampah yang sulit dijangkau secara manual. Fokus utama pembersihan adalah mengembalikan fungsi ekosistem mangrove yang sempat terganggu akibat limbah rumah tangga dan sampah kiriman.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi. Ia menekankan bahwa masalah sampah di ibu kota provinsi tidak bisa diselesaikan tanpa kerja sama lintas daerah.
“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Saya mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Lampung untuk melakukan gerakan serupa demi lingkungan yang lebih sehat,” tegas Eva Dwiana.
Selain bertujuan memperbaiki sanitasi lingkungan, aksi bersih-bersih ini diharapkan mampu memulihkan estetika kawasan Kota Karang dan Pulau Pasaran. Dengan kondisi pesisir yang lebih tertata, pemerintah optimis kawasan ini dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata bahari yang unggul.
Pemerintah juga menghimbau masyarakat setempat untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong dan berhenti membuang sampah ke laut agar hasil dari kegiatan ini dapat dirasakan dalam jangka panjang.
(*)












