BERJAYANEWS,COM– Riuh rendah suasana di ruang tunggu poliklinik RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM) belakangan menjadi sorotan. Rekaman video yang menyebut suasana rumah sakit “mirip terminal” karena padatnya pengantar dan munculnya pedagang asongan, memotret dinamika nyata yang terjadi di jantung pelayanan kesehatan Lampung ini.
Kepala Instalasi Rekam Medis RSUDAM, dr. Ika Sudirahayu, melihat fenomena kepadatan ini dari sudut pandang yang berbeda. Menurutnya, setiap hari ada lebih dari 800 pasien rawat jalan yang menggantungkan harapan kesembuhan di sini.
“Kepadatan ini adalah potret besarnya kepercayaan masyarakat. Banyak pasien datang dari daerah jauh dan membawa rombongan keluarga untuk dukungan moral. Kami memilih kebijakan inklusif agar pasien merasa tenang didampingi kerabat, meski risikonya volume orang di ruang tunggu meningkat tajam,” jelas dr. Ika.
Terkait pedagang asongan yang masuk ke area medis, Kepala Instalasi Rawat Jalan, dr. Alfia Rifanti, mengakui adanya dilema di lapangan. Secara regulasi, area medis adalah kawasan steril dari aktivitas jual-beli. Namun, kenyataannya ada kebutuhan riil yang tak terhindarkan.
View this post on Instagram
“Banyak keluarga pasien sudah tiba sejak pukul 04.00 pagi dan belum sempat sarapan. Saat mereka menunggu antrean, kehadiran pedagang ini sering kali justru ‘dinanti’. Meski begitu, kami terus melakukan penertiban melalui Satpol PP,” ungkap dr. Alfia.
Ia menambahkan, para pedagang sering kali sangat lihai; menyamar sebagai pengantar atau masuk saat petugas sedang fokus melayani pasien. “Kami sering turun langsung ke lantai-lantai untuk menertibkan, tapi ini memang tantangan tersendiri,” imbuhnya.
Menariknya, keberadaan pedagang asongan ini tidak selalu dipandang negatif oleh pengunjung. Salah satu keluarga pasien yang rutin berobat selama lima bulan terakhir mengaku cukup terbantu.
“Jujur tidak merasa terganggu, malah menolong kalau lapar. Kalau harus ke kantin di bawah, lokasinya jauh dan kami takut tertinggal saat nomor antrean dipanggil petugas,” ungkapnya. Meski begitu, ia sepakat bahwa ketertiban harus tetap dijaga agar tidak bising dan mengganggu ketenangan pasien lain.
Mengenai keluhan teknis seperti fasilitas AC, manajemen memastikan tim teknis selalu bersiaga melakukan perbaikan. RSUDAM juga mengimbau masyarakat untuk memaksimalkan kanal pengaduan resmi atau melapor langsung ke unit Humas di lokasi.
“Kami sangat terbuka dengan masukan. Melalui kanal pengaduan resmi, kami bisa memberikan respons yang lebih cepat dan efektif demi kenyamanan bersama tanpa harus memicu kegaduhan di media sosial,” pungkas dr. Alfia. (SMD/WEN)












