BERJAYANEWS.COM,- – Tragedi kecelakaan beruntun hingga melibatkan korban tewas yang terhimpit dalam rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, menyita perhatian publik di media sosial.
Sebelumnya, insiden ini bermula dengan adanya lalu lintas kereta api yang tersendat lantaran sebuah taksi tertemper KRL lain di area stasiun.
Hal tersebut membuat KRL di belakangnya terpaksa berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Nahas, Kereta Api (KA) Argo Bromo tiba-tiba datang dari arah belakang hingga mengakibatkan tabrakan keras pada rangkaian khusus wanita pada KRL tersebut.
Salah satu korban tewas dalam insiden tersebut, Harum Anjarsari (30) yang kini teridentifikasi dan dimakamkan oleh pihak keluarga, pada Rabu, 29 April 2026.
Atas kejadian ini, sang suami korban, Radit mengungkapkan duka mendalam usai ditinggal istri tercinta untuk selamanya.
Dalam unggahan Instagram @lambegosiip, pada Rabu, 30 April 2026, Radit mengaku pertama kali mendapatkan informasi tentang keberadaan istrinya saat insiden terjadi dari petugas pemadam kebakaran (Damkar).
“Saya telepon, lalu diangkat oleh Damkar,” ungkapnya sambil terisak tangis.
Diminta Mencari Korban ke RS Terdekat
Sebelumnya, para korban kecelakaan itu dilarikan ke sejumlah RS Bekasi untuk mendapatkan perawatan medis, pada Selasa, 28 April 2026.
Sebagian korban, ada pula yang dibawa ke RS Jakarta untuk proses identifikasi.
Dalam penuturannya, Radit mengaku sempat diminta petugas damkar untuk mencari keberadaan istrinya di rumah sakit pada wilayah Bekasi.
“Disuruh mencari keberadaan istri saya di RS terdekat,” tutur Radit.
“Waktu itu saya berdoanya ya handphone-nya saja yang di situ, jadi istri saya tuh sudah di rumah sakit,” tambahnya.
Merasa Bersalah, Tak Menjaga sang Istri
Mengenang kembali peristiwa tragis itu, Radit mengaku dirinya merasa bersalah lantaran tidak di sisi sang istri saat hendak pulang kerja.
“Saya merasa bersalah, kenapa dia harus kerja,” sebutnya.
Di sisi lain, Radit juga menyesali insiden yang dialami istrinya kini membawa duka mendalam bagi pihak keluarga.
“Merasa bersalah ke mertua, tidak bisa menjaga istri saya, marah dan kecewa,” imbuh Radit.
Pesan Terakhir dalam Ingatan
Dalam kecelakaan beruntun ini, jadwal keberangkatan para penumpang KRL sempat tersendat lantaran adanya taksi yang tertemper KRL lain di area Stasiun Bekasi Timur.
Hal tersebut, ternyata juga sempat diungkapkan korban kepada suaminya melalui pesan singkat.
“Sayang, ini keretanya nabrak mobil,” kata Radit menuturkan pesan terakhir yang disampaikan istrinya.
Setelah semalaman mencari ke sejumlah RS Bekasi, Radit akhirnya menemukan keberadaan sang istri, namun dalam balutan peti jenazah di RS Polri Kramat Jati, Jakarta.*












