BERJAYANEWS.COM, METRO — Pelarian Fajar (21), pelaku penembakan sadis yang menewaskan seorang ASN Lampung Tengah di Kota Metro, akhirnya berakhir kurang dari 24 jam setelah kejadian.
Pemuda asal Sukadana Ilir, Kecamatan Bunga Mayang, Lampung Utara itu menyerahkan diri ke Mapolres Lampung Utara pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Penyerahan diri pelaku dilakukan didampingi keluarga, kepala desa setempat, hingga Wakil Bupati Lampung Utara, Romli. Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Dirreskrimum Polda Lampung Kombes Pol Indra Hermawan.
Sebelumnya, aksi koboi berdarah itu mengguncang Kelurahan Ganjar Asri, Metro Barat, Sabtu (23/5/2026) malam sekitar pukul 19.50 WIB. Korban bernama Dedi Kristian Agung (40), ASN Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan Lampung Tengah yang juga berjualan ayam geprek, tewas ditembak di depan lapaknya sendiri.
Peristiwa bermula saat pelaku datang menagih utang hingga terjadi cekcok dan perkelahian selama beberapa menit. Anak dan istri korban sempat mencoba melerai, namun pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata api rakitan jenis revolver dan melepaskan tembakan ke arah kepala korban.
“Dia melepaskan tiga tembakan, korban kena dua kali,” ujar salah satu saksi mata.
Puluhan warga yang sedang nobar di dekat lokasi sempat mencoba mengejar pelaku. Namun pelaku kembali menembakkan pistol ke udara sebagai tembakan peringatan sebelum kabur dari lokasi.
Korban sempat dievakuasi warga ke RS Mardiwaluyo Metro, namun nyawanya tidak tertolong.
Selain tersangka pihak keluarga juga menyerahkan barang bukti (BB) berupa, Satu Pucuk Senjata Api Rakitan (Senpira) jenis Revolver berikut dengan 2 butir amunisi aktif, sepeda motor dan pakaian yang pelaku gunakan.
Sementara itu, Dirreskrimum Polda Lampung Kombes Pol Indra Hermawan masih enggan memberikan keterangan lebih lanjut saat dikonfirmasi oleh awak media di lokasi. “Besok saja di Polda,” ujarnya singkat.
Sebelumnya, peristiwa mencekam yang menggemparkan warga ini terjadi di Jalan Khair Bras, RW 05, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro—tepat di depan Toko Happy Mart—pada Sabtu (23/5/2026) malam.
Aksi penembakan brutal tersebut diduga kuat dipicu oleh perselisihan masalah keuangan terkait utang piutang dengan pihak rentenir. (*)












