Example floating
Example floating
Bandar LampungGaya Hidup & HiburanHead Line

Mengetuk Pintu Damai yang Tertutup, Dua Bestie yang Kini Bermusuhan di Meja Hijau Gegara Tas Louis Vuitton

×

Mengetuk Pintu Damai yang Tertutup, Dua Bestie yang Kini Bermusuhan di Meja Hijau Gegara Tas Louis Vuitton

Share this article
Mengetuk Pintu Damai yang Tertutup Dua Bestie yang Kini Bermusuhan di Meja Hijau Gegara Tas Louis Vuitton

BERJAYANEWS.COM — Istilah “karena harta benda, pertemanan bisa hancur” tampaknya benar-benar nyata terjadi di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang. Kasus dugaan penipuan dan penggelapan tas mewah bermerek Louis Vuitton yang menjerat Aziza Nursafa kini memasuki babak baru.

Pertemuannya dengan korban yang juga merupakan temannya sendiri, Shinta Yellia Sari, di ruang sidang pada Senin (25/5/2026), berakhir dengan jalan buntu. Mediasi di antara keduanya dinyatakan gagal total.

Sengketa yang bermula dari transaksi tas branded senilai puluhan juta rupiah ini sebenarnya sempat diupayakan selesai secara kekeluargaan.

Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tri Buana Mardasari mengungkapkan bahwa mediasi kandas lantaran adanya luka lama akibat konflik atau war di media sosial yang sebelumnya terjadi di antara kedua belah pihak.

Shinta, selaku korban, bersikeras menolak berdamai sebelum Aziza memenuhi syarat untuk melakukan permohonan maaf secara terbuka di jagat maya.

Menurut kuasa hukum terdakwa, Yohanes Merci, syarat damai yang diajukan pelapor dirasa terlalu berat bagi kliennya.

Shinta meminta Aziza mengunggah permohonan maaf terbuka di media sosial selama 6 bulan berturut-turut serta langsung mengakui tindak pidana tersebut.

Pihak Aziza keberatan dengan poin pengakuan bersalah, mengingat proses pembuktian hukum di persidangan masih berjalan.

Padahal, sebagai bentuk menjaga sisa-sisa itikad baik dalam hubungan mereka, Aziza kata kuasa hukumnya sudah mengembalikan uang sebesar Rp8 juta pada tahap penyidikan.

Ia bahkan menyatakan siap melunasi sisa kerugian sebesar Rp21 juta demi menyudahi konflik ini. Sayangnya, gengsi dan ego di media sosial tampaknya telah mengunci pintu maaf.

Ikatan pertemanan yang dulu mungkin pernah ada, kini harus benar-benar kandas dan berganti menjadi dinginnya ruang sidang. Aziza pun kini harus pasrah menghadapi kelanjutan proses hukum di meja hijau. (wen/smd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *