Example floating
Example floating
News

Dendam Kesumat Karena Sering Dibully, Bocil SMPN 44 Bandar Lampung Main Tusuk Pas Pulang Sekolah, Warga: Biasanya Cuma Adu Mulut, Sekarang Main Sajam!

×

Dendam Kesumat Karena Sering Dibully, Bocil SMPN 44 Bandar Lampung Main Tusuk Pas Pulang Sekolah, Warga: Biasanya Cuma Adu Mulut, Sekarang Main Sajam!

Share this article
Ilustrasi. | FOTO/iStockphoto

BERJAYANEWS.COM — Aksi perundungan alias bullying di lingkungan sekolah kembali memicu tragedi berdarah yang bikin mengelus dada. Gara-gara tak tahan kerap dibully, seorang siswa kelas 7 SMP Negeri 44 Bandar Lampung berinisial A, nekat menusuk teman sekolahnya sendiri, V (13), menggunakan senjata tajam saat jam pulang sekolah.

Pelaku diduga memendam dendam kesumat yang mendalam terhadap korban hingga nekat gelap mata.

Tragedi berdarah ini pecah pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di kawasan Jalan Raden Pemuka, Kelurahan Gunung Sulah, Bandar Lampung.

Suasana siang bolong yang tadinya biasa saja mendadak berubah mencekam dan bikin gempar warga sekitar.

Menurut kesaksian salah satu warga yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kedua bocah ini memang sudah langganan berantem di lokasi tersebut.

Namun, biasanya duel mereka hanya sebatas adu bacot alias cekcok mulut saja.

“Ya mas, memang anak-anak itu sering berantem di sini, tetapi berantemnya masih adu mulut mas. Nggak tahu sekarang berantem lagi, ternyata yang berinisial A ini membawa senjata tajam (sajam). Pas lagi berantem, si A langsung ngeluarin sajam dan langsung menusuk korban,” ujar seorang warga di TKP.

Dalam rekaman video amatir yang beredar luas dan bikin ngilu netizen, korban V terlihat terkapar tak berdaya di atas kasur ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).

Baca Juga: Bullying dan Sosok Ayah: Suhada Tekankan Pentingnya Peran Ayah dalam Pembinaan Anak

Melihat korban V ambruk bersimbah darah dengan luka tusuk yang serius, warga pun langsung panik dan bergerak cepat mengevakuasi korban ke rumah sakit agar nyawanya bisa terselamatkan.

Beruntung, saat dievakuasi korban masih dalam kondisi sadarkan diri meski harus menahan perih yang luar biasa akibat luka serius yang dideritanya.

Dilansir dari Lampung Geh, Kapolsek Sukarame, Kompol Hendry D Pandiangan, membenarkan adanya aksi “baku tikam” versi bocah di wilayah hukumnya tersebut.

“Benar, korban saat ini tengah dilakukan penanganan medis di RS Abdul Moeloek. Kondisinya masih sadarkan diri,” ujar Hendry.

Tak butuh waktu lama bagi korps baju cokelat untuk meringkus sang pelaku.

Hendry menuturkan, pelaku A langsung dicomot petugas beserta beberapa rekannya yang berada di lokasi kejadian untuk dijebloskan ke sel Mapolsek Sukarame guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Sekarang korbannya sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek, luka serius jadi harus segera ditangani. Tadi ada aparat juga sudah mengamankan beberapa temannya, langsung diamankan oleh Kapolsek Sukarame. Dari Dinas Pendidikan juga sudah melihat TKP,” jelas warga setempat.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus mengorek keterangan dari pelaku dan saksi-saksi guna mendalami kasus ini lebih lanjut karena kedua belah pihak masih di bawah umur.

Sementara itu, akibat kejadian mengerikan ini, warga sekitar mendesak keras kepada pihak sekolah, khususnya SMPN 44 Bandar Lampung, untuk memperketat pengawasan terhadap para siswanya agar tragedi serupa tidak terulang lagi.

Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari SMP Negeri 44 Bandar Lampung terkait aksi brutal yang melibatkan anak didiknya tersebut.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *