BERJAYANEWS.COM β Kisah sederhana Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta, kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Cerita tentang guntingan iklan sepatu merek Bally yang disimpan Bung Hatta di dompetnya selama bertahun-tahun menyentuh banyak hati publik.
Dalam kisah yang kembali viral tersebut, Bung Hatta disebut pernah melihat iklan sepatu Bally di sebuah surat kabar. Ia kemudian menggunting iklan itu dan menyimpannya di dompet sebagai bentuk keinginan pribadi yang belum mampu ia beli.
Padahal saat itu Bung Hatta menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Namun, ia memilih tidak menggunakan fasilitas jabatan ataupun meminta bantuan orang lain untuk memenuhi keinginannya tersebut.
Diketahui, Bung Hatta memilih menabung sendiri untuk membeli sepatu impiannya. Namun tabungan itu kerap habis karena digunakan membantu orang lain yang membutuhkan.
Hingga wafat pada tahun 1980, sepatu tersebut disebut tidak pernah berhasil dibeli. Yang ditemukan keluarga di dompet Bung Hatta hanyalah guntingan iklan sepatu Bally yang telah kusam dan terlipat rapi selama puluhan tahun.
Kisah ini pun memicu berbagai reaksi publik. Banyak warganet membandingkan gaya hidup pejabat era dahulu dengan kondisi sebagian pejabat masa kini yang kerap disorot karena penggunaan fasilitas negara dan gaya hidup mewah.
Banyak pihak menilai, kisah Bung Hatta bukan sekadar tentang kesederhanaan, melainkan tentang integritas dan kemampuan menjaga batas antara kepentingan pribadi dan fasilitas negara.
βIni bukan soal miskin atau kaya, tetapi soal etika dan tanggung jawab terhadap jabatan,β tulis salah satu komentar warganet yang ikut viral di media sosial.
Bung Hatta selama ini dikenal sebagai sosok negarawan sederhana dan berintegritas tinggi. Kisah guntingan iklan sepatu Bally itu pun kembali menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga amanah jabatan dan hidup sederhana di tengah sorotan publik terhadap perilaku pejabat negara. (*)












